by

Rehanu Zakiah Balita Diduga Gizi Buruk Butuh Sentuhan Para Dermawan

FREELINENEWS.COM – Rehanu Zakiah balita berumur 2 tahun, warga Dusun Teupin Raya Desa Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, yang diduga mengalami gizi buruk akibat suspek tumor ginjal dan kini kondisi perut balita itu membengkak.

Untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif, balita tersebut telah dirujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh dari RSUD dr. Zubir Mahmud Idi, Rabu (13/3).

Rehanu Zakiah adalah putri dari pasangan Abubakar Ali (55) dan Rohana (43) telah menderita penyakit tersebut sejak setahun terakhir. Kondisi kehidupan keluarga balita tersebut tergolong kurang mampu.

“Selama ini kita tidak mengetahui bahwa balita tersebut dalam kondisi sakit, karena mereka selama ini tinggal di Panton Labu Aceh Utara bersama kelurganya selama enam bulan terakhir, dan baru kembali ke kampung dalam dua pekan ini,” ujar Narul, SKM Keuchik Teupin Pukat, kepada Freelinenews.com.

Akui Nasrul, setelah dirinya mengetahui kondisi Balita Rehana Zakiah, lalu Ia bersama tokoh masyarakat setempat Ilyas dan Muspika Kecamatan Nurussalam, langsung mengambil inisiatif untuk merujuk balita itu ke RSUD dr. Zubir Mahmud Idi.

“Setelah kita koordinasi dengan keluarga dan Camat Nurussalam, Danramil Nurussalam dan Kepala Puskesmas Nurussalam yang turun langsung ke kediaman balita itu  dengan cepat mengambil tindakan dengan merujuk balita tersebut ke RSUD dr Zubir Mahmud,” kata Nasrul.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Bagok, Ilyas saat ditemui Freelinenews di UGD RSUD Idi, mengatakan bahwa Balita Rehanu Zakiah perlu segera mendapat kepedulian semua pihak untuk perawatan balita tersebut dapat berlanjut hingga sembuh.

“Kita juga mengucapkan terimakasih kepada Muspika Nurussalam, Pihak Puskesmas Nurusslam, Kepala Desa Teupin Pukat, dan kepada Anggota Senator asal Aceh Sudirman alias Haji Uma, yang telah membantu keluarga balita tersebut termasuk biaya makan keluarga dalam perjalanan rujukan menuju RSUZA Banda Aceh. Semoga Rehanu Zakiah dapat sembuh dan ceria seperti anak-anak lainnya untuk merajut masa depannya,” pungkas Ilyas.  (*)

Comment

News Feed