FREELINENEWS.COM | BIREUEN – 249 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan ke 83 Yon WPS diterjunkan ke wilayah hukum Polda Aceh dan ditempatkan di 12 Polres, selama tiga minggu mulai dari hari Senin (9/2/2026) s.d (1/3/2026) mendatang.
Dari jumlah itu di Polres Bireuen ada 22 mahasiswa dan seorang perwira pendamping. Kehadiran mahasiswa STIK untuk melakukan pengabdian bagi masyarakat (Dianmas) sebagai komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pasca bencana.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, SIK.,MMed Kom melalui Kasi Humas, Iptu Marzuki kepada wartawan, Senin (9/2/2026) mengatakan, informasi diterima, 249 mahasiswa STIK diterjunkan ke 12 Polres jajaran Polda Aceh.
Lokasi penempatan yaitu Polres Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Polres Aceh Tenggara, rincinya.
Dalam pelaksanaan tugas, mahasiswa STIK terlibat dalam berbagai kegiatan prioritas seperti pengelolaan logistik pasca bencana, pendistribusian bantuan sosial, pemberian layanan trauma healing bagi masyarakat terdampak.
Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam pendataan tingkat kerusakan, membantu percepatan proses
pemulihan, memastikan penyaluran bantuan berjalan secara tepat sasaran dan akuntabel.
Sebelumnya mereka telah mengikuti persiapan meliputi pelatihan trauma healing, pembekalan oleh Ketua STIK Lemdiklat Polri, apel pemberangkatan digelar 9 Februari 2026. Program Dianmas ini melibatkan total 275 personel terdiri dari mahasiswa, Paping, Tim Supervisi, Tim Pusat Pengendalian (Pusdal), Tim Posko.
Sinergi seluruh unsur itu diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh. Sekaligus membentuk karakter, dan kapasitas mahasiswa dalam aspek kepemimpinan, pemecahan masalah
kepolisian, etika pengabdian, serta kemampuan inovatif menghadapi persoalan sosial.
Kehadiran mahasiswa STIK Angkatan ke-83 di Aceh tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan akademik semata, melainkan sebagai bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendampingi masyarakat yang sedang bangkit dari bencana.
Program ini sekaligus menjadi pondasi penting dalam menyiapkan calon perwira Polri yang humanis, responsif, dan profesional dalam menghadapi tantangan pemolisian kebencanaan di masa depan, jelasnya.[]









