FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Sebanyak 63 rumah warga Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hilang tanpa bekas diterjang banjir bandang dari aliran Krueng Peusangan yang terjadi, Selasa-Rabu (25 s.d 26/11/2025) lalu.
Dampak bencana alam atau hydro metereologi tersebut juga membuat badan jalan utama desa pedalaman itu menuju ke Gampong Alue Limeng putus sudah jadi aliran sungai, satu jembatan gantung putus menyeberang ke Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.
Kepala Dusun Pungki, Gampong Salah Sirong, Irwandi kepada wartawan yang ditemui di Gampong Alue Limeng, Minggu (4/1/2026) pagi mengatakan, akibat bencana itu 63 rumah warga sudah hilang ambruk ke sungai.
Selain itu, 18 rumah, meunasah dan fasilitas umum seperti jalan akses utama hilang jadi aliran sungai dan fasilitas lainnya rusak, untuk dapat melintas ke Gampong Alue Limeng pasca kejadian harus melewati jalur alternatif dari kebun warga.
Irwandi dan warganya didampingi perangkat Gampong Alue Limeng mengatakan, badan jalan antara Alue Limeng dengan Salah Sirong telah putus dibeberapa lokasi.
Apabila mau pergi ke gampong kami (Salah Sirong Jaya-red) kata Irwandi, bisa dilalui menggunakan sepeda motor trail atau sepeda motor sering digunakan petani pergi kebun, dan juga mobil doble cabin, sebutnya.
Jumlah penduduk Salah Sirong Jaya ada 287 kepala keluarga atau 1.245 jiwa dan seluruhnya bekerja sebagai petani. Dampak kerusakan yang terjadi akibat banjir itu, warga mengungsi ke meunasah dan beberapa lokasi lain.
Dampak bencana merusak jalan dan jembatan serta tempat tinggal warga, kondisi ekonomi masyarakat hancur, ada hasil bumi atau pertanian tidak bisa dibawa untuk dijual karena masih terkurung.
Pemkab Bireuen dan donatur lainnya untuk mengantar bantuan memakai mobil doble cabin dan sepeda motor trail dari jalan alternatif. Sedangkan penerangan ada bantuan genset dari pihak PLN dan kerusakan jaringan listrik dalam proses perbaikan, terang Irwandi.[]










