FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Setelah sukses di Dusun Bivak, Dosen Umuslim kembali pasang paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid portable di Gampong Pante Lhong Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (17/01/2025).
Tim pengabdian Umuslim bermitra dengan Lazismu Bireuen diketuai Prof Dr Halus Satriawan, SP., M.Si, dengan anggota tim Dr Imam Muslem R., M.Kom, Dr Muhammad Yanis, MT, juga didampingi Khairunnisak, M.Pd kembali membuat warga berdampak banjir tersenyum.
Kali ini tim pengabdian turut didukung relawan Meutuwah Project Khairunnisak, M.Pd berhasil memasang PLTS hibrid sistem portable.
Anggota tim Dr Imam Muslem R., M.Kom kepada wartawan, Sabtu (18/1/2026) menjelaskan bahwa sistim PLTS ini berbeda dengan yang di Bivak Juli.
“Di Pante Lhong sistem PLTS Portable mudah dibawa-bawa, ada inovasi, konsepnya, bisa dipindah-pindah lokasi, tinggal angkat saja, dimana lokasi darurat yang butuh listrik,” jelas Imam Muslem.
Biasanya inverter ini di tempel di dinding, yabg di Pante Lhong kami serahkan pengelolaan melalui lazisMu. Sistemnya memang direncanakan agar mudah dibawa oleh lazismu ke mana saja yang membutuhkan aliran listrik dalam kondisi darurat di masa akan datang.
Untuk desa Pante Lhong, dipasang di lokadi hunian darurat desa dengan spesifikasi PLTS hibridnya 3200 watt smart inverter, yang bisa digunakan untuk penerangan hunian darurat untuk 40 kepala keluarga, jelasnya.
Prof Dr Halus Satriawan, SP. PLTS portable ini pendanaannya didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana.
Seperti diketahui, LazisMu kabupaten Bireuen bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) membangun 48 hunian darurat untuk 48 keluarga di Gampong Pante Lhong.
Dimana desa itu ada sekitar 20 keluarga rumahnya hilang, sisanya tidak layak huni, karena material pasir yang tidak dapat dibersihkan lagi, sebagian lainnya berada di daerah Aluran Sungai (DAS) Pante Lhong, jadi pinggir tidak berani lagi ditempati.
Menurut Halus Satriawan inisiatif melakukan pengabdian di gampong tersebut setelah melihat kondisi
masyarakat pasca banjir, mereka sedang dibangun hunian darurat, jadi PLTS ini bisa jadi alternatif untuk penerangan.
Sistem PLTS hibrid Portable di Pante Lhong kami serahkan di serahkan melalui ketua Badan Pengurus Lazismu Bireuen diterima Fajar Ardiansyah M.Pd.
Menurut Halus Satriawan paket PLTS hibrid portable ini, untuk memberi solusi sebagai alat penerangan untuk warga berdampak banjir, ujar ketua tim program pengabdian masyarakat Umuslim program tanggap darurat bencana pasca banjir.
“Alhamdulillah kita sudah berhasil memasang satu lagi PLTS hibrid jenis portable untuk masyarakat Pante Lhong”, ungkap Prof Dr Halus Satriawan.[]











