FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Sejumlah warga tinggal di Dusun Tgk Beurawang, Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, pasca dilanda banjir bandang November 2025. Saat ini justru jadi khawatir rumah mereka terendam banjir dari air laut akibat pasang besar.
Guna mencegah sering terjadi banjir saat air pasang purnama, diharapkan pemerintah agar segera memperbaiki tanggul aliran kuala yang telah patah, guna melindungi pemukiman dari banjir luapan air laut.
Harapan itu disampaikan Pimpinan Dayah Terpadu Yayasan Birul Ummah Gampong Alue Kuta, Tgk Saifuddin (54) didampingi Sofyan (48) warga kepada freelinenews.com, Jumat (16/1/2026) dilokasi.
Dijelaskan, di Dusun Tgk Beurawang itu ada 14 kepala keluarga yang juga merupakan korban banjir. Dampak banjir itu, selain merusak rumah, jalan dan tambak masyarakat, sekitar 1 km kanan-kiri tanggul bantaran kuala sekitar tambak telah patah atau putus.
Akibatnya sekarang ini warga di Dusun Tgk Beurawang sangat khawatir karena saat kondisi air laut pasang besar 17 dan 30, air laut masuk ke pemukiman dan membanjiri rumah warga, ujar keduanya.
Harapannya dengan perbaikan tanggul bantaran kuala telah patah itu, luapan air pasang laut tidak lagi masuk ke pemukiman kami disini dan tambak yang telah rusak juga telah dapat diperbaiki kembali nantinya.
Andariah (54) warga di dusun itu mengharapkan hal senada, setelah sebelumnya kami mengungsi karena banjir bandang, kini kami mengungsi lagi saat pasang air laut membanjiri rumah kami, ujarnya.
Ibu rumah tangga itu serta warga lainnya juga memgharapkan kepada Pemkab Bireuen untuk membangun sumur bor dan memperbaiki 1.3 km jalan di Dusun Tgk Beurawang yang telah rusak ekses banjir bandang dan saat hujan sulit dilalui karena jalan licin berlumpur, ujarnya.[]










