FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Pasca banjir bandang dan tanah longsor, masyarakat di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih kesulitan memperoleh air bersih karena air sumur tidak bisa pakai berbau lumpur banjir.
Warga berharap kepada Pemkab Bireuen dan perusahaan terkait untuk dapat segera melancarkan kembali suplai air bersih dari PDAM ke Dusun Tgk Beurawang untuk kebutuhan memasak dan mencuci pakaian serta lainnya.
Ainol Mardiah (55) seorang ibu rumah tangga ditemui sedang melansir air bersih di depan rumah mengatakan, selama ini untuk air bersih mereka menggunakan air PDAM dan juga ada air sumur.
Tetapi sejak terjadinya bencana hydro metereologi suplai air bersih putus total sampai saat ini dan air sumur tidak bisa digunakan karena berbau akibat luapan banjir.
Untuk kebutuhan air mencuci pakaian mereka harus menggunakan air dari tambak dipinggir jalan depan rumah. Kebutuhan air bersih saat ini ada air dari bantuan Palang Merah Indonesia (PMI) kemarin dibawa.
“Ini kami lagi melansir air bersih dari bantuan PMI cukup untuk kebutuhan satu sampai dua hari, selanjutnya kami mengharapkan air PDAM bisa normal kembali,” harapnya.
Sedangkan anaknya Masyitah (30) lagi mengisi air bersih bantuan PMI yang dimasukkan ke dalam drum plastik biru, selanjutnya dimasukkan ke dalam galon air dan dibawa masuk ke dalam bak air dirumahnya.
Dilokasi juga terlihat ada berjejer wadah plastik untuk menampung air atau dirigen air maupun tandon air milik warga yang tinggal di seberang tambak dilokasi tersebut.
Kondisi itu juga disampaikan oleh Andariah (54) warga setempat dan dia berharap kepada Pemkab Bireuen agar dapat membantu membangun sumur bor sehingga ketersediaan air bersih bagi warga dapat segera terpenuhi.[]










