FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Warga di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, membutuhkan bantuan rumah hunian sebab rumah mereka hilang dibawa banjir bandan dan saat ini terancam ambruk jatuh ke sungai atau Kreung Tingkeum.
Keuchik Blang Mee, Ferizal didampingi warga pemilik rumah yang ditanyai oleh freelinenews.com, Minggu (18/1/2036) pagi mengatakan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi hari Rabu (26/11/2025) lalu.
Ada 10 rumah warga kami yang sudah hilang akibat erosi sungai atau longsor tebing sungai diterjang banjir bandang dan air bah masuk pemukiman warga. 98 persen rumah terendam banjir dan 50 persen terendam lumpur tebal, jelasnya.
Rumah hilang di Dusun Kumbang Raya dan Pang Akop yaitu milik Nurhayati Ibrahim, Baktiar, M Sulaiman, Hafiz, Nawiyah A Arahman, Munawar Mahyeddin, Khaidir, Yahya Asyek, Said Fakurrazi, Asnawi.
Sedangkan korban banjir rumahnya terancam jatuh ke sungai yaitu Azmir,
M Yusuf, Yusmadi dan juga Mukhtar, rinci Keuchik Blang Mee seraya mengatakan bahwa kondisi tebing sungai telah erosi itu masih terus jatuh dengan sendirinya.
Pasca kejadian setelah kehilangan tempat tinggal 13 pemilik rumah saat ini ada yang menyewa rumah dan juga tinggal sementara dirumah saudara dan tetangga.
Sedangkan Khaidir (30) bersama istrinya Seri Indriani (29) kondisinya lagi hamil 6 bulan bersama anaknya Alfa Riski (3) di Dusun Kumbang Raya, tinggal digubuk dihalaman rumah warga seratusan meter ke utara rumahnya telah jatuh sungai.
Semua atau 14 korban banjir itu juga telah memiliki lahan atau tanah lain untuk dibangun rumah dan warga kami sangat membutuhkan bantuan baik itu rumah Hunian Sementara (Huntara) maupun rumah Hunian Tetap (Huntap) datanya sudah kami serahkan ke Kecamatan Kutablang.
Ditambahkan Keuchik Blang Mee Ferizal bahwa telah menerima bantuan beras dari Pemkab Bireuen sebanyak 1.6 ton dan dalam waktu dekat akan kami bagikan sama rata kepada berjumlah 515 kepala keluarga, jelasnya.[]









