FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, menggelar rapat koordinasi untuk percepatan rehab dan rekon bencana hydro metereologi di Kabupaten Bireuen, Minggu (8/2/2026) sore, di Balai Desa Kantor Camat Peusangan.
Turut hadir Anggota DPRA Rusyidi Mukhtar, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjend TNI (Purn) Yan Namora, pejabat Provinsi Aceh, Bupati Bireuen, H Mukhlis, Forkopimda, Pj Sekda, para asisten, kepala SKPK, Camat, Keuchik, berlangsung, Minggu (8/2/2026) sore, di Balai Desa Kantor Camat Peusangan.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah dalam sambutannya antara lain mengatakan dalam masa transisi darurat bencana ini ada beberapa tanggung jawabnya pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh.
Dalam kunjungan kerja ke Bireuen ada bebarapa hal yang ingin didiskusikan pertama yaitu bagi korban rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat semua data sudah selesai di Provinsi Aceh, untuk Bireuen lagi di validasi dan dapat segera diserahkan.
Disampaikan juga bahwa bantuan dari pemerintah untuk rumah rusak ringan Rp 15 juta, rumah rusak sedang Rp 30 juta dan rumah hilang dibangun baru atau ingin bangun baru anggaran Rp 60 juta. Hal ini juga telah disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya.
Kata Wagub Aceh menyangkut soal Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) di Bireuen, bagi masyarakat tidak mau Huntara diberi Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp 600 ribu/bulan per-kepala keluarga (KK).
Khusus Kabupaten Bireuen anggaran DTH yang sudah ditransfer bagi 2.646 KK dan sudah menerima 1.596 KK. “Bagi masyarakat sudah terima DTH, tidak boleh mendapatkan Huntara, jadi pemerintah menggantikan Huntara sebagai DTH,” jelasnya.
“Hari ini kami hadir ingin bertemu dengan keuchik mendengar langsung karena hanya di Kabupaten Bireuen yang ada permasalahan Huntara dan Huntap, kabupaten lain sudah berjalan tanpa masalah apapun,” sebutnya.
Dalam sesi tanya jawab dipadu oleh Wagub Aceh. Keuchik Pante Kumbang, Marwan, Keuchik Gampong Raya Dagang Mustafa Hasem, Keuchik Lungkuli, Andri Suheri, Keuchik Kubu, Razali hasil pertemuan dengan warga berharap Huntap segera dibangun dan bantuan lain dapat direalisasi jelang bulan suci ramadan, ungkap para pimpinan gampong/desa itu
Wagub Aceh Fadhullah menegaskan bahwa masalah sekarang yaitu pada data. “Sejak awal kami di Provinsi Aceh sudah minta datanya, sehingga dana bagi korban bisa di salurkan, sehingga masyarakat bisa ambil uang membersihkan lumpur, memperbaiki kerusakan dan pulang ke rumahnya masing-masing,” tegasnya.[]









