FREELINENEWS.COM | ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan UPTD Puskesmas Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Jum’at 13 Februari 2026.
Menkes bersama rombongan tiba di Lokop menggunakan helikopter dan mendarat di helipad milik Kompi Lokop. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meresmikan kembali operasional Puskesmas Lokop yang sebelumnya hilang total terdampak banjir.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga menyerahkan bantuan ambulans untuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang guna mendukung pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana.
Selain peresmian, Menkes bersama Bupati turut mengikuti rapat koordinasi secara daring melalui Zoom bersama Menko PMK dan sejumlah menteri terkait penanganan pascabencana.
Menkes mengaku kagum terhadap proses pembangunan UPTD Puskesmas Lokop yang dinilainya berlangsung sangat cepat. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kementerian PU dalam mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman tersebut.
“Kita melihat langsung pembangunan Puskesmas ini yang dipacu sangat cepat. Kita mengapresiasi Kementerian PU dalam pembangunan ini,” ujar Menkes.
Ia juga memuji kinerja Bupati Al-Farlaky dalam memproses dan mengusulkan data penerima bantuan rumah rusak kepada BNPB.
Menurutnya, kecepatan dan ketepatan data yang diajukan menjadi kunci Aceh Timur mendapatkan kuota pembangunan hingga 60 persen dari total 8.400 unit yang diusulkan.
“Kita melihat Pak Bupati ini luar biasa dan sangat cepat dengan data yang diusulkan kepada BNPB. Biasanya soal data agak sulit, tapi Pak Bupati Aceh Timur bisa dengan cepat,” katanya.
Dengan kembali beroperasinya Puskesmas Lokop, Menkes berharap masyarakat Serbajadi dan sekitarnya tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Bupati Al-Farlaky menyebutkan bahwa Lokop merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir yang melanda Aceh Timur beberapa waktu lalu.
“Puskesmas ini kita bangun di lokasi yang lebih aman, di atas bukit di samping Kompi Lokop, dan sudah bisa digunakan untuk melayani kesehatan masyarakat,” ujar Al-Farlaky.
Ia memastikan tidak ada kendala terkait tenaga medis. Dokter umum, bidan, dan perawat tetap bertugas seperti biasa. Jika diperlukan penambahan tenaga medis, pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Aceh Timur juga menyerahkan stimulus bantuan kepada warga terdampak banjir, yakni Rp30 juta untuk rumah rusak berat dan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan.
Bupati menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan bertahap, disertai proses verifikasi. Pada tahap awal, lebih dari 5.000 warga akan menerima bantuan tersebut, dan tahap kedua akan menyusul.
Ia juga membuka ruang bagi warga yang merasa rumahnya terdampak namun belum terdata agar segera melapor melalui pihak kecamatan atau desa.
“Insyaallah akan saya susul kembali permintaan itu kepada pemerintah pusat nantinya dalam bentuk surat keputusan,” kata Al-Farlaky.
Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat Lokop untuk menjaga fasilitas Puskesmas yang telah dibangun kembali tersebut, termasuk peralatan kesehatannya.
“Tadi saya sudah mintakan khusus untuk alat laboratorium dan juga ambulans untuk daerah pedalaman. Beliau sudah mengiyakan, nanti kita verifikasi kembali,” tutup Al-Farlaky.(***)










