FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli, Pemkab Bireuen, masyarakat Gampong Alue Kuta dan Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka. Secara resmi menyatakan komitmen bersama dalam Program Pembangunan Kawasan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas banjir bandang dikedua gampong itu.
Penandatanganan komitmen bersama ini berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen, Kamis (19/02/2026), antara Bupati Bireuen, H Mukhlis dan Ketua Yayasan DT Peduli, Ir M Bascharul Ashana, M.BA dan Perwakilan Masyarakat, Dedi Hermanto.
Dijelaskan bahwa dalam poin utama kesepakatan pembangunan kawasan huntap ini mengusung konsep gotong royong dengan pembagian peran sebagai berikut:
DT Peduli akan membangun 45 unit Huntap tipe 36 kepada penerima telah diverifikasi dan disahkan oleh Pemkab. Bireuen. Setiap unit huntap dilengkapi dengan instalasi listrik, kamar mandi, sistem sanitasi internal yang layak.
Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dibangun 25 unit huntap dan tahap 2 dibangun 20 unit huntap. Pemkab Bireuen bertanggung jawab terhadap infrastruktur pendukung.
Meliputi proses land clearing (pematangan lahan), pembangunan jalan lingkungan dan akses, sistem drainase, penyediaan jaringan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah bagi warga.
Warga Gampong Alue Kuta dan Kuala Ceurape menyediakan lahan seluas 6.567 m² dan proses pembangunan akan dikerjakan langsung oleh para penerima manfaat melalui sistem swadaya dan partisipasi aktif.
Bupati Bireuen, H Mukhlis dalam pertemuan itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DT Peduli dan semangat gotong-royong warga. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kunci agar masyarakat penyintas banjir dapat segera kembali memiliki kehidupan yang stabil.
”Kami berharap pembangunan huntap bantuan DT Peduli ini dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan. Pemda berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu agar kawasan ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal bagi masyarakat,” ujar Bupati Bireuen.
Melalui program ini, diharapkan beban psikologis dan ekonomi warga yang terdampak banjir bandang dapat segera pulih, seiring dengan hadirnya hunian yang lebih layak dan tangguh terhadap potensi bencana di masa depan.[]










