FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Ekses banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, 22 rumah warga di Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, hilang jadi sungai dan tidak layak huni lagi karena rusak parah.
Imum Mukim Juli Selatan, Zainuddin kepada freelinenews.com ditemui di Simpang Jaya, Minggu (04/01/2026) pagi mengatakan, dampak tanah longsor akibat diterjang luapan sungai, ada 22 unit rumah warga kami yang telah hilang jadi sungai dan juga sudah tidak layak ditempati lagi.
Katanya, di Dusun Sarah Barona dan Simpang Jaya Barat, akibatnya warga mengungsi di Meunasah Simpang Jaya Barat, dan Meunasah Dusun Rambong Dua, juga kerumah saudaranya atau anggota keluarganya.
Imum Mukim Juli Selatan menambahkan, rumah yang hilang dan tidak layak ditempati lagi itu posisi nya jauh dari tepi sungai karena areal bantaran sungai diterjang luapan air bah sehingga kebun warga dan rumah hilang jatuh ke sungai, jelasnya.
Penelusuran frelinenews.com dua rumah yang tidak layak ditempati lagi milik Juriati Ali (70) ditempati bersama adiknya Saiful Ali (51) dan berdekatan dengan rumah Razali (53) ditempati bersama istri, Zubaidah (53) dan lima anaknya dengan kondisi nyaris jatuh ke sungai.
Razali didampingi istri dan Juriati Ali kepada wartawan media ini dilokasi mengisahkan bahwa banjir bandang itu terjadi, Selasa (26/11/2025) malam, air sungai naik dan merusak kebun dan rumah warga berada jauh 100 meter ke selatan dari tepi sungai awalnya.
Akibat bencana alam longsor itu aliran sungai sudah terbuka lebar, karena rumah tidak bisa ditempati lagi, kini mereka mengungsi ke gubuk dibangun dihalaman rumah,dan berharap agar dapat dibantu pembangunan rumah.
Selain itu dalam penanganan bencana itu juga kepada pemerintah diharapkan agar membangun tanggul pengaman sungai untuk melindungi pemukiman dan tidak kembali merusak rumah warga disekitarnya, harap Razali.[]









