FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Guna menjaga agar jembatan darurat atau jembatan Baeley Krueng Tingkeum Kutablang tetap bertahan sampai selesai dibangun jembatan baru. Hari ini, Minggu (18/1/2026) pagi mulai dibatasi kendaraan melintas maksimal dua sumbu.
Amatan freelinenews.com dilokasi secara umum arus lalulintas berjalan dengan lancar mobil dari arah Banda Aceh maupun arah Medan semuanya berhenti berjejer dengan rapi.
Tanpa ada satupun yang mendahului mobil lain yang sudah lama atau lebih dulu mengantri karena menunggu proses pergantian bisa melaju yaitu setiap 30 menit sekali. Sedangkan bagi sepeda motor bisa melaju dari pinggir dan mengikuti arah melaju mobil searah perjalanannya.
Guna mengatur kelancaran lalulintas juga terlihat ada petugas gabungan dilokasi agar arus kenderaaan tetap melaju tertib tanpa harus mendahului terutama sepeda motor.
Dilokasi ditengah jalan lokasi antrian kenderaan arah Kutablang juga terlihat dipasang papan imbauan yang tertulis batasan beban kenderaan pada jembatan Krueng Tingkeum.
Maksimal tinggi 4 meter, berat keseluruhan 30 ton mulai tanggal 18 Januari 2026, ditambah aturan batasan maksimal kenderaan sumbu 2 kecuali kenderaan angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Asisten Barang Milik Negara (BPM), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin ditanyai freelinenews.com, Minggu (18/1/2026) di Kutablang mengharapkan kepada pengemudi kenderaan terutama angkutan barang.
Agar tetap menjaga batas tonase agar jengatan Baeley Kutablang tetap awet dan bisa bertahap sekitar 7 bulan ke depan sampai proses pembangunan jembatan baru selesai nantinya.
“Tonase kenderaan maksimal 30 ton kalau lebih beratnya tidak boleh naik jembatan Baeley Krueng Tingkeum, kita melakukan pembatasan ini agar jembatan Baeley yang dibuka sampai bulan Juli 2026 sampai selesai jembatan baru nanti,” ungkapnya.
Dikatakan juga bahwa jembatan baru disebelah utara jembatan lama luasnya seusai standar nasional dan bentang jembatan lebih panjang sekitar 160 meter karena aliran sungai telah meluas dari jembatan eksisting lama sekitar 120 meter.
Pekerjaan pembangunan jembatan itu terus kami pacar siang dan malam apabila tidak ada kendala cuaca, agar cepat tuntas. Untuk peletakan batu pertama atau pemancangan perdana rencana oleh Menteri Pekerjaan Umum bersama pejabat terkait, terangnya.
Anggota Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh, Maimun ditanyai freelinenews.com dilokasi mengatakan, pembatasan beban kenderaan telah dimulai dilaksanakan hari ini.
Kenderaan sumbu tiga atau jenis truk tronton langsung diarahkan petugas kami berada di Simpang Elak Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara untuk putar balik kenderaannya.
Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadi kemacetan jalan apabila truk tiga sumbu harus memutar arah di kawasan jalan Kutablang Bireuen, jelas Maimun didampingi rekan-rekannya.[]










