FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau tempat pengungsian korban banjir bandang dan tanah longsor berada di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026) siang.
Dalam kunjungan didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, Bupati Bireuen, H Mukhlis, Walikota Lhokseumawe. Sayuti Abubakar, Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, dan pejabat terkait lainya. Mendagri menyerahkan simbolis bantuan perlengkapan salat, alquran wakaf presiden, juga pakaian, beras kepada perwakilan pengungsi.
Bupati Kabupaten Bireuen, H Mukhlis dalam sambutannya mengatakan kehadiran Mendagri ditengah-tengah warga yang sedang mengungsi ini memberikan makna yang sangat mendalam.
“Ini adalah simbol bahwa negara benar-benar hadir. Kehadiran Bapak memberikan rasa aman dan optimisme bagi warga kami, bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya mengisahkan kehadiran dirinya ke Aceh sudah sejak awal pascabencana dan sampai hari ini
Dikatakan juga bawah dampak bencana hydro metereologi di Aceh dari 23 kabupaten/kota ada 18 Kabupaten yang terkenda dampak, saat ini masih ada delapan kabupaten/kota masih menjadi atensi Mendagri.
Di Sumatera Utara 16 kabupaten dan tinggal 5 daerah menjadi atensi, juga di Sumatera Barat tiga menjadi atensi kami dari sebelumnya 16 kabupaten yang terdampak bencana tersebut, ungkapnya.
Dikatakan juga persoalan utama yang dialami masyarakat pascabencana yaitu bukan saja rumah rusak, tetapi banjir membawa lumpur menimbun rumah, fasilitas umum dan lingkungan sehingga butuh penanganan lanjut.
Mantan Kapolri itu mengatakan ia hadir hari ini untuk melihat langsung pembangunan jembatan Kutablang yang baru ditargetkan selesai Juli 2026, setelah selesai jembatan itu bisa dilalui kenderan dua jalur.
“Saya datang untuk membesarkan hati korban bencana dari hari pertama puasa saya sudah di Aceh Tamiang. Saya hadir menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak diam dan kita akan selesaikan masalah terjadi. Saya hadir ingin melihat dan mendengar apa saja masalah yang ada dari Bupati dan Walikota,” terangnya.
Selain itu Mendagri datang memberi bantuan sebagai bentuk tanda kasih dari pemerintah pusat. “Disini ada 83 KK semua kita berikan perlengkapan salat, pakaian, beras, juga Alquran wakaf dari bapak Presiden,” sebutnya.
Sedangkan untuk sejumlah paket bantuan lainnya atau sisanya diatur pembagianya oleh Bupati kepada korban banjir. “Kita semua berdoa, semoga permasalahan pascabencana dapat selesaikan, masyarakat saya harap agar tetap kuat dan sabar,” pungkas Mendagri.[]










