FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Satu pekan pertama masuk sekolah mulai hari ini, Senin (5/1/2026) pagi. Guru dan tenaga kependidikan serta ratusan siswa-siswi SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, fokus gotong-royong membersihkan endapan lumpur banjir bandang yang menimbun lingkungan sekolah mereka.
Penegasan itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid saat arahannya dalam apel hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026) pagi.
“Satu minggu pertama setelah masuk sekolah anak-anak belajar lapangan untuk membantu membersihkan kelas dan lingkungan sekolah dari lumpur banjir dan menata kembali sekolah kita yang sudah porak-poranda ini,” ujarnya.
Kacabdin juga menyampaikan besok (Selasa-red) dia akan menggelar rapat dengan para kepala sekolah jajaran Cabdin Bireuen guna membantu enam sekolah terdampak banjir sebagian sudah bersih dan tinggal beberapa persen lagi masih perlu dibersihkan.
Dua sekolah diantaranya yang masih sangat parah tertimbun lumpur SMKN 1 Peusangan sudah dibersihkan 60 persen dibantu BKO Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 387/Kesatria Trunojoyo, Kodam V Brawijaya melalui Dandim 0111 Bireuen, jelasnya.
Kemudian kondisi genangan lumpur merendam lingkungan di SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng baru 10 persen dibersihkan, SMAN 2 Kutablang sudah 90 bersih.
SMAN 1 Peusangan sudah 75 persen dalam pembersihan dibantu Cabdin serta jajaran dan siswa-siswi SMAN 1 Bireuen dan lainnya. Kondisi SMAN 2 Peusangan sudah 75 persen, dan SMA Swasta Alfurqan sudah bersih, jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bireuen Joko Triyanto, ST.,MPd yang ditanyai freelinenews.com mengatakan sekolah dipimpinnya itu memiliki 903 siswa, jumlah ruang belajar ada 21 ruangan.
Sekolah itu memiliki lima jurusan yaitu Multimedia, Bisnis Daring dan Pemasaran, Otomatisasi dan Tata Kelola Pemerintahan, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Tata Busana, rincinya.
Dikatakan juga dengan pembersihan yang dibantu berbagai pihak serta guru bersama siswa-siswi SMKN 1 Peusangan, kondisi sekolah kami bisa bersih kembali dan aktivitas belajar mengajar juga dapat berjalan lancar.[]











