FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Ribuan hektare sawah rusak sedang dan rusak ringan akibat tertimbun sendimen lumpur dan tanah dampak banjir bandang akhir November lalu. Akan dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Pusat melalui kelompok tani dengan melibatkan masyarakat sekaligus pemberdayaan ekonomi.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, kepada freelinenews.com, Rabu (28/1/2026) pagi, menyebutkan, Jumlah sawah yang rusak berat 1.323 hektare, rusak sedang 685,27, rusak ringan 2736 hektare.
“Berdasarkan hasil rapat terakhir kami dengan pihak Kementerian Pertanian di Banda Aceh, penanganan kerusakan sawah dibantu pemerintah pusat agar sawah kembali produktif,” papar Mulyadi.
Ia menambahkan, Kabupaten Bireuen dan empat kabupaten/kota lainnya di Aceh mendapatkan bantuan penanganan kerusakan sedang dan ringan dari Pemerintah Pusat untuk penanganan sawah rusak sedang 677 hektare, yang rusak ringan 1.900 hektare lebih.
“Ini akan kita kerjakan dimulai dari perencanaan dari provinsi, pihak pemerintah pusat berharal perencana bisa cepat siap, dan diharapkan rehab sawah bisa selesai dibulan puasa nanti,” jelasnya.
Tambah Mulyadi, dengan adanya perbaikan ini, maka pada musim tanam gadu di bulan April 2026, masyarakat sudah kembali turun ke sawah. “Sistim kerja nanti dikerjakan swadaya masyarakat melalui kelompok tani, pemerintah pusat mengirim anggarannya kerekening kelompok tani,” sebutnya.
Kadistanbun Bireuen, menambahkan bahwa melihat anggaran tersedia tentu tidak cukup untuk membuang sendimen lumpur di sawah, tetapi namanya bantuan tidak semua harus ditangani pemerintah pusat sehingga diharap juga adanya partisipasi para petani sendiri, harapnya.
“Dengan melibatkan para petani, mereka juga bisa memperoleh pendapatan selama proses perbaikan sawah mereka,” paparnya.
Pasca Bajir Sawah di Bireuen Juga Terkendala Suplay Irigasi
Pada kesempatan itu, Mulyadi juga menambahkan, bahwasanya untuk saat ini kendala juga terjadi pada pengairan sawah, karena kondisi bendungan irigasi Pante Lhong Peusangan di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli juga rusak sehingga suplai air irigasi putus.
Apabila kerusakan bendung irigasi itu dapat segera selesai ditangani, pada bulan April 2026 suplai air irigasi sudah bisa didistribusi ke persawahan masyarakat.
“Kita sudah buat usulan penyediaan padi gogo ke pemerintah pusat terhadap sawah rusak berat tidak direhap kali ini,” pungkas Kadistanbun Bireuen.[]








