FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Selain bantuan pembangunan rumah hunian baru dan dana untuk perbaikan kerusakan. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan ragam jenis bantuan lainnya salah satunya jaminan hidup (Jadup) Rp.450 ribu/orang/bulan sesuai jumlah keluarga.
Hal itu sampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah (Dek Fadh) pada saat memimpin rapat koordinasi untuk percepatan rehab dan rekon bencana hydro metereologi di Kabupaten Bireuen, Minggu (8/2/2026) sore, di Balai Desa Kantor Camat Peusangan.
Wakil Gubernur Aceh dalam kegiatan turut dihadiri Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir, menyampaikan terkait bantuan pascabencana Sumatera dari Kementerian Sosial tersebut.
Bantuan itu terdiri dari dukungan santunan yaitu bagi korban meninggal diberikan uang tunai Rp 15 juta/korban kepada ahli waris. Korban luka berat Rp 5 juta/korban dan dananya itu diberikan kepada korban.
Kemudian juga ada dukungan tinggal di hunian sementara yaitu isi hunian sementara atau hunian tetap diberikan secara tunai buat membeli kebutuhan perabotan rumah Rp 3 juta/kepala keluarga. Bantuan jaminan hidup (Jadup) Rp 450/orang/bulan.
Dana jadup diberikan secara tunai untuk membeli lauk pauk saat keluarga terdampak tinggal di Huntara atau Huntap, diberikan selama tiga bulan, diberikan kepada kepala keluarga sesuai jumlah anggota keluarga, besaran jadup Rp 15 ribu/orang/hari.
Juga ada dukungan pemberdayaan ekonomi diberikan secara tunai sesuai hasil assesmen sebagai bantuan rintisan usaha Rp 5 juta/keluarga. “Penerima korban terdampak bencana dan proses pendataan dilakukan oleh kabupaten/kota, lalu diteken Bupati dan Forkopimda dan diajukan ke Kementerian Sosial,” jelasnya.
Tahapan selanjutnya data tersebut dilakukan validasi kembali oleh tim dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan PKH, by name by addres. “Bireuen sudah mengajukan data untuk santunan ahli waris Rp 15 juta,” jelas Kadinsos.[]









