FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Warga dan Keuchik Gampong Ujong Blang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, mengharapkan bantuan alat berat untuk bersihkan rumah tertimbun lumpur dibawa banjir bandang atau hydro metereologi yang terjadi, Selasa (25/11/2025) malam.
“Kami mengharapkan bantuan alat berat membersihkan lumpur dan tanah menimbun rumah warga, dibersihkan manual tidak mampu ketebalan tanah 1 s.d 2 meter,” harap Keuchik Ujong Blang Mulyadi, ditanyai disela kegiatan bakti sosial mahasiswa KKM Tematik UNIKI di Gampong parah dilanda banjir itu, Kamis (1/1/2026) pagi.
Abidin Yusuf, 65, seorang warga penyintas banjir bandang kepada freelinenews.com mengisahkan bahwa banjir bandang menerjang pemukiman Gampong Ujong Blang terjadi hari Selasa (25/11/2025) malam.
Air luapan Krueng Tingkeum berada di sebelah timur pemukiman penduduk meluap awalnya setinggi lutut, saat itu warga pergi menyelamatkan diri ke meunasah. Namun debit air terus naik sampai setinggi leher sehingga warga pergi menyelamatkan ke masjid di gampong sekitarnya.
Abidin Yusuf saat itu masih dirumah untuk menyelamatkan barang-barang nyaris tenggelam karena air terus naik tinggi dan dia menyelamatkan diri ke plafon rumahnya lalu datang warga membantu, lalu pergi menuju tempat pengungsian
Akibat banjir itu sampai saat ini rumah permanen miliknya di Dusun Ja dan rumah keluarganya Afrijah 63, dan Afrizal 40, juga tetangganya Nuriani, 67, masih tertimbun tanah dan belum mampu dibersihkan karena ketebalan tanah 1 sampai 2 meter diluar dan dalam rumah, ujarnya didampingi istri, Nurafni 55, dilokasi.
Ratnawati, 60, ditemui bersamaan dilokasi juga mengisahkan hal senada paska banjir rumah milik nya masih berdekatan dengan rumah dua anaknya saat ini masih rusak dan tertimbun tanah dari banjir bandang.
“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan tanah dihalaman rumah kami karena tidak mampu bersihkan sendiri, juga tidak ada uang untuk menyewa alat berat bersihkan tanah menimbun rumah kami,” ungkapnya.
Ibu rumah tangga itu mengatakan dia telah berusaha membersihkan tanah di dalam rumah tetapi tidak bisa, saat hujan tanah kembali masuk balik ke dalam rumah dikarenakan tanah diluar atau halaman rumah masih sangat tinggi.
Begitu juga kondisi rumah anaknya Juz Amma, 34, dan Dahliana, 30, rusak dan masih tertimbun tanah. Ratnawati dan anaknya tinggal dipengungsian karena rumah belum bisa dibersihkan. Sedangkan Dahliana sementara ini tinggal digubuk dibelakang rumahnya.
Sebelumnya, Maulida Ulfa, 45, warga Lhokseumawe lagi menyusun papan untuk melewati lumpur dihalaman depan rumah ibunya Nuriah Puteh, 70, di Gampong Ujong Blang mengatakan bahwa untuk membersihkan lumpur setinggi lutut dirumah orang tuanya.
Dia dan anggota keluarga berpatungan untuk menyewa alat berat selama 2 jam senilai Rp 1.2 juta atau perjam Rp 600 ribu. Hal itu dilakukan karena tidak mampu membersihkan lumpur secara manual, dan juga agar mereka dapat membersihkan lumpur di dalam rumah untuk dibawa ke luar atau halaman.
Untuk pembersihan lanjutan halaman rumah ibunya masih tergenang lumpur sangat membutuhkan bantuan alat berat sehingga lumpur diluar rumah itu tidak lagi masuk ke dalam rumah, harapnya.[]











