FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Nek Nurjannah (70) warga di Gampong Keurumbok, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, bersama anggota keluarga, saat ini sangat membutuh bantuan rumah hunian tetap (Huntap) sehingga dapat melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman pada bulan Ramadan mendatang.
Nenek Nurjannah merupakan korban banjir bandang yang rumah hancur diterjang banjir bandang atau bencana hydro metereologi yang terjadi, Rabu (26/11/2026) subuh, akibatnya saat ini harus tinggal di gubuk kecil dihalaman rumahnya yang telah rusak.
Nurjannah kepada freelinenews.com yang ditemui bersama dua rekan jurnalis di lokasi mengatakan, pasca kejadian dia bersama anaknya Afazal, (40) dan menantunya Rina Dewi Yanti (30) serta cucunya Nauren Kamera (5) mengungsi bersama dengan warga ke meunasah selama satu bulan.
Sejak beberapa waktu terakhir telah dibangun gubuk kecil oleh anaknya untuk ditempati dan dua hari lalu ada yang datang memberikan bantuan tenda dilengkapi satu tempat tidur besi atau velbed, ujarnya.
“Dampak banjir bandang itu, rumah semi permen saya tempati bersama anak dan menantu itu sudah hancur bersama kendang dan ratusan ekor ternak ayam siam, ” sebutnya.
Dikisahkan juga sebelumnya kejadian, nenek itu baru saja selesai salat subuh. Tiba-tiba datang air banjir setinggi lutut, tidak lama airnya naik setinggi pinggang, lalu bersama warga pergi ke lokasi yang aman.
Setelah malam hari Nurjannah baru tahu diberitahukan anaknya bahwa rumah mereka sudah hancur diterjang banjir.
“Sementara ini kami tinggal di gubuk ini kalau hujan kami numpang dirumah tetangga, semoga rumah kami sudah hancur dibangun lagi,” harapnya.[]









