FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Bahayakan Pelintas dan memicu jatuhnya korban terperosok lubang. Jalan Lintas Nasional Medan-Banda Aceh mulai dari Simpang Empat Kota Bireuen sampai Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, telah dibelah-belah untuk diperbaiki.
Pengguna jalan meminta pihak rekanan dan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh secepatnya mengaspal lubang jalan yang telah dipotong dan dibelah di daerah itu.
Harapan itu disampaikan sejumlah pelintas dan juga guru yang sedang membantu evakuasi dua siswi jatuh di lubang jalan dibelah-belah dalam perjalanan pergi sekolah di depan perumahan kantor PLN Bireuen, Senin (26/1/2026) pagi.
“Kondisi jalan seperti ini sangat membahayakan pelintas, kami harap secepatnya di aspal lagi mencegah jatuh korban,” ujar guru lagi membantu siswi menjadi korban untuk dibawa ke rumah sakit dengan mobil pelintas kepada freelinenews.com dilokasi.
Beberapa warga sedang melintas juga turut mengharapkan kepada pihak yang berwenang segera mengaspal kembali jalan itu karena bahayakan pelintas, sudah dibelah sejak hari Jumat 23 Januari 2025, dibiarkan terbuka belum ada penanganan lanjutan, ungkap warga sambil berlalu dalam kepadatan arus lalulintas pagi.
Amatan freelinenews.com dilokasi dilokasi kejadian, Senin (26/1/2026) pukul 07.23 WIB arus lalulintas dari jalur lintas Kota Bireuen ke Medan sangat ramai kenderaan apalagi waktunya jam sibuk pagi saat siswa-siswi ke sekolah dan pegawai lintas instansi berangkat kerja.
Sebelumnya terlihat untuk membelah jalan atau mengeruk badan jalan aspal telah rusak atau berlubang dilakukan menggunakan alat khusus atau cold milling machine dan diangkut ke dalam mobil dum truk untuk dibuang kelokasi lain.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh, Isnanda dikonfirmasi freelinenews.com berkaitan dengan penanganan lanjutan jalan sudah di belah dan menyikapi terkait terjadi kecelakaan dialami siswi itu, Senin (26/1/2026) pagi mengatakan.
“Insya Allah badan jalan dilokasi itu segera diaspal hari ini oleh pelaksana,” ujarnya.
Dijelaskan juga bahwa badan jalan dilokasi sedang dilakukan penanganan holding dan patching untuk perbaikan jalan yang rusak secara bertahap mulai dari Simpang IV Bireuen sampai Lhokseumawe.
Program preservasi jalan itu dibiayai dengan APBN sebesar Rp 142 milyar dengan sistem multi years selama dua tahun. Dilokasi tertentu di sepanjang ruas jalan mulai dari Bireuen sampai Lhokseumawe ada yang di patching saja dan di aspal ulang kembali.
Salah satu lokasi jalan akan dilakukan pengaspalan ulang di jalan dua jalur depan kantor lama dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Geulanggang Teungah, Kecamatan Kota Juang sampai ke depan kantor Bupati Bireuen dan beberapa lokasi lainnya sepanjang 20 km sampai ke Lhokseumawe.
“Kita juga sedang mengusulkan untuk pengaspalan ulang di bundaran tugu Simpang IV Bireuen karena jalan itu sudah perlu dilakukan pengaspalan ulang,” jelas Isnanda.[]











