EkbisHeadline

Anggota DPRK Aceh Timur Menilai Wacana Kenaikan Tarif Air PDAM Belum Tepat Waktu

FREELINENEWS.com | Aceh Timur – Anggota DPRK Aceh Timur dari fraksi Partai Aceh, Muhammad Yahya YS menilai wacana kenaikan tarif air PDAM Tirta Peusada belum tepat waktu, karena PDAM belum dapat melayani pelanggannya secara maksimal.

“Kendatipun kenaikan harga hanya Rp600/m3, ini sangat memberatkan pelanggan, karena suplay air untuk pelanggan belum maksimal. Bahkan ada pelanggan baru seperti di daerah Peureulak Barat, airnya belum dirasakan tarifnya sudah naik,” kata M. Yahya Ys, kepada freelinenews.com, Senin (15/02/2021) pagi.

Pria yang akrap disapa Yahya Boh Kayee, berharap kepada menagemen PDAM Tirta Peusada Aceh Timur, agar lebih mengutamakan pelayanan terlebih dahulu daripada kenaikan tarif.

“Ini kita dengar PDAM naik tarif karena perusahaan daerah itu mengalami kerugian. Saya menilai ini aneh, karena orang jual air depot isi ulang saja mendapat untung, kenapa PDAM bisa rugi. Harapan kita rugi PDAM jangan dibebankan kepada pelanggan,” tegas Yahya Boh Kayee.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Peusada Aceh Timur, Iskandar, SH saat dikomfirmasi freelinenews.com terkait wacana kanaikan tarif harga mengatakan, selama 6 tahun terkahir ini harga air Rp3000/m3. “Ini baru wacana kita naikkan untuk menutupi biaya operasional, karena IPA kita semuanya telah berfungsi, dan membutuhkan biaya besar,” ujar Iskandar.

Tambahnya, wacana kenaikan tarif juga telah dilakukan koordinasi dengan dewan pengawas PDAM Tirta Peusada, pihak Pemda, bahkan ke Bupati juga.

“Jadi wacana ini tidak ada tujuan ingin memberatkan pelanggan, namun kenaikan tarif yang hanya Rp600/m3 adalah upaya memaksimalkan produksi, agar pelayanan ke pelanggan dapat berjalan maksimal. Mengingat banyak jaringan suplay dalam wilayah Aceh Timur yang telah usang dan sering mengalami kebocaran, sehingga terhambatnya suplay air ke pelanggan,” kata Iskandar.

Kanaikan tarif sebesar Rp600/m3 akan membantu biaya operasional peningkatan jaringan serta dapat memaksimalkan operasional IPA. “Itupun kenaikan hanya untuk tarif rumah tangga dan bisnis, sementara untuk rumah ibadah masih pada harga biasa,” pungkas Iskandar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker