FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Pemkab Bireuen bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mulai merealisasikan pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang perdana di Bireuen dan Provinsi Aceh, Rabu (7/1/2026) pagi, di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli.
Peletakan batu itu dilaksanakan oleh Bupati Bireuen, H Mukhlis, bersama Ketua TP-PKK Bireuen, Sadriah, dan Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjend TNI (Purn) Yan Namora, Forkopimda, dan dipersijuk atau tepung tawar oleh Tgk Ismail Huda (Abu Main) juga Teungku Imum Syiek Kemesjidan Al-Assas, Gampong Bale Panah.
Keuchik Bale Panah, Muntazar dalam laporannya dalam kegiatan peletakan batu pertama Huntap menyampaikan, ekses banjir bandang dan tanah longsor melanda gampong mereka yang terjadi pada hari, Selasa-Rabu (25-26/1/2025) lalu.
Akibatnya ratusan meter pemukiman warga hilang dan saat ini telah menjadi aliran sungai atau Krueng Peusangan. Dampaknya 58 unit rumah hilang, 14 tertimbun, 27 rumah kondisi rumah rawan ambruk berada di Dusun Kaye Jatoe, Dusun Barona dan Dusun Alue U atau Kubang Itam.
Sejumlah fasilitas umum hancur tanpa bekas seperti gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), gedung ketahanan pangan, termasuk kandang kambing milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) baru dibangun berada di Dusun Kaye Jatoe, ungkapnya.
Kata Keuchik untuk pembangunan rumah hunian tetap dan diletakkan batu pertama hari ini adalah lahan tiga korban rumah hilang dan merupakan satu keluarga terdiri dari ayah bersama dua anaknya.
“Lahan dibangun Huntap ini lahan milik pribadi Zainal Abidin Sulaiman (77) dan anaknya M Saiful (36), dan M Anwar Sadad (39) rumah mereka ini sudah hilang jadi sungai, hari ini yang dibangun satu unit,” terang Keuchik Muntazar.
Ditambahkan Sekdes, M Nur (43) bahwa di desa mereka untuk dibangun huntap ada 25 korban yang memiliki tanah sendiri dan dilengkapi surat keterangan keuchik dan foto kopi akte tanah.
Lahan tersebut ada di Gampong Bale Panah dan lokasi terpisah masih dalam wilayah Kecamatan Juli yaitu di Gampong Bale Panah, Beunyot, Teupin Mane, dan Buket Mulia, dan sejumlah lokasi lainnya, terangnya.
Sementara itu, Bupati Bireuen, H Mukhlis dalam sambutannya turut memaparkan kondisi kerusakan dampak bencana hydro metereologi itu baik kerusakan rumah masyarakat di 17 kecamatan, juga fasilitas umum seperti jalan, jembatan, bendung irigasi, sawah, maupun lainnya.
Untuk rumah masyarakat ada 3000 lebih rumah hilang dan rusak berat, dan hampir 16 ribu rusak sedang dan ringan, ujarnya seraya mengatakan, tidak lama lagi sudah masuk bulan suci ramadan.
“Kita ta harus mengambil langkah – langkah bijak sehingga masyarakat korban bencana itu semua bisa terbantu dan nyaman nantinya dalam melaksanakan ibadah puasa,” ujarnya.
Terkait pembangunan rumah hunian tetap itu, tahap pertama di Bireuen dan perdana di Aceh akan dibangun 1.000 unit rumah, diutamakan masyarakat yang memiliki lahan sendiri. “Hari ini kita dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Huntap di Gampong Bale Panah,” jelasnya.
“Pembangunan rumah ini adalah harapan masyarakat korban banjir dan ini pembangunan Huntap pertama di Bireuen dan juga di Aceh dan hari ini kita lakukan peletakan batu pertama,” sebut H Mukhlis.
Bupati juga mengatakan bahwasanya pembangunan Huntap ini merupakan keseriusan dari Pemkab Bireuen, kami juga sangat serius agar rumah korban bencana ini bisa segera dibangun dan dibiayai oleh BNPB Pusat.
“Kita harapkan rumah ini bisa cepat selesai dibangun dan dalam bulan puasa nanti sudah dapat digunakan oleh masyarakat,” harap Bupati Bireuen, H Mukhlis.[]








