FREELINENEWS.COM | ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jendral Pol Purn Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D bersama kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M, S.Sos., M.M. di Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Kamis (22/01/2025).
Mendagri Tito Karnavian mendarat di Sahraja sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat. Pada waktu yang sama, helikopter rombongan Kepala BNPB juga mendarat di lokasi yang sama.
Mendagri melihat langsung mesjid yang rata rusak dengan tanah ditengah bekas pemukiman warga, dan ia juga melihat langsung sekolah dasar negeri Sarahgala yang juga rusak parah.
Dalam kunjungannya, Mendagri mengaku melihat langsung kondisi Gampong Sahraja yang terdampak banjir cukup parah. Ia menilai tingginya bekas genangan air menunjukkan besarnya dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.
“Kita melihat langsung bekas kayu dan tanda-tanda tingginya genangan banjir. Yang utama tentu adalah menolong warga, mengurus pengungsian, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Tito.
Ia menegaskan, pemerintah pusat bersama BNPB dan pemerintah daerah terus berupaya membuka akses menuju wilayah terdampak, meskipun saat ini masih terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan trail untuk pengiriman logistik.
“Khusus di Sahraja, Pante Bidari, masih terdapat daerah terpencil yang belum bisa diakses kendaraan roda empat. Namun Pak Bupatinya sangat militan, membantu langsung penyediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Tito.
Tito juga menyampaikan bahwa langkah selanjutnya adalah membuka akses jalan agar kendaraan roda empat bisa masuk, serta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara).
Menurutnya, sebagian besar warga memilih tetap direlokasi di lokasi yang lebih tinggi di wilayah setempat (in-situ).
Mendagri turut mengapresiasi proses pemulihan pascabanjir di Aceh Timur yang dinilai berjalan cukup baik. Salah satunya ditandai dengan tidak adanya lagi wilayah terisolir yang tidak dapat dijangkau bantuan logistik.
“Ini tidak terlepas dari semangat Bupati. Saya lihat mental dan gaya kepemimpinannya sangat kuat,” kata Tito.
Selain itu, Mendagri memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan meskipun masih menggunakan tenda darurat. Pemerintah pusat akan menambah fasilitas pendukung pendidikan seperti tenda untuk guru, papan tulis, seragam, alat tulis, dan meja lipat.
“Semua kebutuhan sekolah darurat itu akan kita bantu. Termasuk juga pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang putus,” tambahnya.
Secara terpisah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB di Gampong Sahraja.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana banjir.
“Kehadiran Bapak Menteri dan Kepala BNPB menjadi penyemangat bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi musibah. Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan serius dalam memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan dengan baik,” ujar Al-Farlaky.
Bupati Al-Farlaky turut menyampaikan kondisi terkini serta perkembangan program pemulihan dan rehabilitasi-rekonstruksi pascabencana di Aceh Timur. Khusus Gampong Sahraja, ia menyebutkan sebanyak 233 kepala keluarga terdampak banjir, menjadikannya salah satu wilayah terparah.
Bupati menjelaskan bahwa bantuan pascabencana telah disalurkan melalui jalur sungai dan udara menggunakan helikopter. Pembangunan hunian sementara juga terus dipacu dan sebagian sudah ditempati warga.
Usai mendampingi kunjungan Mendagri, Bupati Al-Farlaky kembali meninjau dusun-dusun di Sahraja dan berdialog langsung dengan warga.
“Kami ingin memastikan seluruh data warga terdampak tercatat. Tidak boleh ada yang tertinggal. Kami minta perangkat gampong mengecek kembali agar semua bisa menerima bantuan hunian sementara,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Bupati Al-Farlaky mengimbau agar tetap bersabar dan menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal untuk pemulihan.
“Kami tidak diam. Pemerintah bekerja semaksimal mungkin agar masyarakat bisa kembali pulih seperti sedia kala,” pungkas Al-Farlaky. []










