• Tentang Kami
Friday, June 26, 2026
  • Login
Freelinenews
  • HOME
  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OPINI
No Result
View All Result
Freelinenews
No Result
View All Result
  • HOME
  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OPINI

HRD Tinjau Jalur Lintas Tengah Bireuen–Takengon

#Tujuh Jembatan Kritis Mendesak Dibangun Ulang

Rahmat Hidayat by Rahmat Hidayat
6 months ago
in Daerah
HRD Tinjau Jalur Lintas Tengah Bireuen–Takengon
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

FREELINENEWS.COM | TAKENGON – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), H Ruslan M Daud (HRD), meninjau langsung kondisi jalur lintas tengah Bireuen–Takengon menghubungkan wilayah pantai utara Aceh dengan kawasan tengah dan dataran tinggi Gayo, Minggu (28/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, HRD menegaskan perlunya penanganan serius terhadap tujuh jembatan kritis yang kondisinya dinilai tidak lagi memadai dan harus segera dibangun ulang.

Baca Juga

DPRK Aceh Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada Ny Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag atas keberhasilan meraih gelar Doktor (S3)

June 23, 2026

Selamat dan Sukses Kepada Ny Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag atas keberhasilan meraih gelar Doktor (S3)

June 23, 2026

Tujuh jembatan menjadi perhatian utama di jalur tengah yaitu Jembatan Teupin Mane Km 10, Wehni Kulus Km 47, Enang Enang Km 50, Krung Rongka Km 60, Tenge Besi Km 62, Timang Gajah Km 65, jembatan Jamur Ujung Km 80, satu Box di Lampahan Km 73.

Menurutnya sejumlah jembatan itu berada di jalur utama lintas tengah yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi orang maupun barang menuju daratan tinggi gayo maupun sebaliknya.

Menurut HRD, jika jembatan-jembatan tersebut tidak segera ditangani, jalur lintas tengah berpotensi terputus dan menyebabkan wilayah tengah Aceh terisolasi.

Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat serta kenaikan harga kebutuhan pokok akibat terganggunya distribusi logistik.

“Ini jalur utama nasional lintas tengah. Kalau akses ini terganggu, dampaknya sangat luas. Masyarakat bisa terisolasi, harga barang melonjak, dan roda ekonomi dapat terhenti,” ujar HRD di sela peninjauan.

Ia menekankan bahwa pembangunan ulang jembatan harus dilakukan dengan skema yang tepat dan perencanaan matang. Salah satu opsi yang direkomendasikan adalah menggeser posisi jembatan dari titik lama dengan mempertimbangkan kondisi geografis yang berbukit, alur sungai, serta faktor keselamatan.

“Pembangunan harus melalui kajian teknis yang tepat, mulai dari struktur tanah, debit air hujan, hingga potensi bencana. Jika lebih aman digeser, maka itu harus dilakukan” jelasnya.

HRD mengingatkan bahwa opsi atau jenis jembatan akan dibangun ulang harus benar-benar memperhitungkan potensi kerawanan bencana. Wilayah Tengah itu potensi dan tingkat kerentanan bencana sangat tinggi terutama longsor.

Jadi, kami ingatkan supaya jembatan yang dibangun ulang ini tidak hanya asal jadi. Nanti begitu ada bencana lagi, sangat berpotensi hancur atau putus lagi. Jika itu terjadi, maka kondisi lumpuh seperti ini akan terulang kembali.

“Makanya sebagai langkah antisipatif, kita dorong Kementerian PU melalui Ditjen Bina Marga untuk benar-benar menghitung potensi bencana dalam memilih jenis jembatan yang akan dibangun. Terlebih lagi, Jalur terbaik untuk menghubungkan dataran tinggi gayo dan wilayah tengah ke Medan atau Banda Aceh adalah melalui jalur Bireuen,” urai HRD.

HRD menyebutkan bahwa Jembatan Enang-Enang membutuhkan penanganan khusus. Dalam kunjungan HRD bersama tim Kementerian PU ke Bener Meuriah awal Oktober 2025 lalu, direncanakan dilakukan pemotongan kelok tajuk Enang-Enangberada di jalan nasional Bireuen–Takengon karena lebih efesien secara biaya.

“Namun jika dilihat kondisi sekarang dimana kerusakan akibat longsor sangat parah, maka pilihannya adalah tetap harus membangun jembatan layang. Meskipun lebih mahal, tapi lebih aman untuk jangka panjang” tegas HRD.

Sebagai mitra pemerintah di bidang infrastruktur, Komisi V DPR RI, kata HRD, akan mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan jajaran untuk segera menindaklanjuti kondisi itu. Ia juga berkomitmen mengawal aspirasi daerah agar pembangunan empat jembatan itu masuk dalam prioritas rehab rekonstruksi bencana hidrometereologi Aceh.

“Ini menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat dan denyut ekonomi daerah. Jalur lintas tengah harus aman, layak, dan berfungsi optimal sesegera mungkin” pungkasnya.

HRD melakukan kunjungan bersama dengan Direktur Jenderal Bina Marga Ir Roy Rizali Anwar, ST.,MT, Direktur Pembangunan Jembatan Rakhman Taufik, Direktur, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh Heri Yugiantoro, ST.,MT.

Ikut juga dua mantan Direktur Jenderal Bina Marga yang saat ini bertugas di Satuan Tugas Penangan Bencana Penanggulan Bencana Sumatera yaitu Dr Ir Hedy Rahadian, MSc, dan Dr Ir Arie Setiadi Moerwanto, MSc saat ini Staf Khusus Menteri PU bidang Bidang Sumber Daya Air dan Kerja Sama Internasional serta para rombongan lainnya dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kita harapkan kunjungan langsung ke lapangan bersama ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Aceh, khususnya di jalur lintas tengah Bireuen–Takengon, demi menjaga konektivitas wilayah dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat” harap HRD.[]

ShareTweetSend
ADVERTISEMENT

Baca Juga

DPRK Aceh Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada Ny Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag atas keberhasilan meraih gelar Doktor (S3)

June 23, 2026

Selamat dan Sukses Kepada Ny Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag atas keberhasilan meraih gelar Doktor (S3)

June 23, 2026
Bupati Al-Farlaky dan Pimpinan PKS Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi  di Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky dan Pimpinan PKS Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi  di Aceh Timur

June 19, 2026
Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

June 15, 2026
Bupati Al- Farlaky Minta BWS  Percepat Perbaikan Jaringan Irigasi Pante Bidari

Bupati Al- Farlaky Minta BWS  Percepat Perbaikan Jaringan Irigasi Pante Bidari

June 15, 2026
FIFGROUP Cabang Aceh Timur Berbagi Hewan Kurban

FIFGROUP Cabang Aceh Timur Berbagi Hewan Kurban

May 28, 2026
Akhir Pekan, Jamaah Subuh Masjid Manzilul Minan Perbar Tadabbur Alam ke Pantai

Akhir Pekan, Jamaah Subuh Masjid Manzilul Minan Perbar Tadabbur Alam ke Pantai

May 17, 2026
H. Aiyub, SKM Nahkodai Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Timur

H. Aiyub, SKM Nahkodai Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Timur

May 1, 2026

Search

No Result
View All Result

Recent News

BPMA – Medco E&P Selalu Utamakan Aspek Keselamatan Lingkungan Saat Operasi

Hikayat Blok A (Part 1)

June 23, 2026
Ny Lismawani, Istri Bupati Al-Farlaky Raih Gelar Doktor

Ny Lismawani, Istri Bupati Al-Farlaky Raih Gelar Doktor

June 23, 2026

DPRK Aceh Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada Ny Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag atas keberhasilan meraih gelar Doktor (S3)

June 23, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Disclaimer
Email : redaksi.freelinenews@gmail.com

© 2025 freelinenews.com by PT. Darussalam Megah Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OPINI

© 2025 freelinenews.com by PT. Darussalam Megah Media