HeadlineTasamuh

Kolom Tasamuh : Etika Relatif

Relatif adalah paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tidak mutlak, mulai dari pengetahuan maupun prinsip. Jadi, etika relatif merupakan prinsip atau nilai moral yang ada dalam masyarakat yang berbeda dan untuk situasi yang berbeda pula. Joseph Fletcher merupakan tokoh yang memunculkan teori etika situasional di era 1960-an dan merupakan pelopor dalam bidang bioetika. Ia seorang profesor Amerika yang menolak adanya norma-norma moral umum. Karena kewajiban moral selalu bergantung pada situasi konkret yang tidak pernah sama.

Suatu tindakan seperti pembunuhan tidak selalu dianggap jahat tergantung untuk tujuan apa pembunuhan itu dilakukan. Hukuman mati misalnya, hanya untuk memastikan hukum berjalan atas suatu tindakan yang sangat berbahaya. Sama halnya dengan orang Callatia yang memakan ayah mereka yang mati sebagai penghormatan. Bagi mereka membakar atau mengubur orang mati justru dianggap perbuatan menakutkan dan menjijikan atau bahkan tidak bermoral.

Related Articles

Di lingkungan kecil kita, seperti di WA Group misalnya, ada sekian anggota dengan berbagai latar belakang yang tergabung dalam sebuah wadah persaudaraan, alumni, perkumpulan kerja dsb. Etika relatif seharusnya berlaku untuk saling menjaga etika komunikasi. Sebuah group alumni 1990 yang diinisiasi di tahun 2020 saja harus saling menjaga ketika merespon sebuah chat. Karena dalam rentang 30 tahun anggotanya bisa menjadi apa saja, termasuk seorang jenderal. Meskipun ketika era 1990-an bisa saling menyindir sesukanya, tapi tidak semua orang siap diperlakukan layaknya 30 tahun lalu. Apalagi WAG lainnya yang berkumpulnya bermacam orang dengan berbagai usia dan pengalaman.

Seorang Guru yang disegani anak-anak didiknya dan mematuhi perintahnya tidak dapat memaksakan pengaruhnya di ruang sosial agar semua orang tunduk padanya. Sebaliknya mengklasifikasi seseorang pada sebuah peran lalu memperlakukannya dengan standar etika peran itu juga bisa keliru. Karena di lingkungan lain ia bisa menjadi seseorang yang punya pengaruh yang lebih besar. Disitulah etika relatif harus berlaku dengan bijak, perhatikan konteksnya, perhitungkan akibatnya.

Jangan latah mengikuti komentar seseorang pada sebuah kolom di ruang media sosial. Karena barangkali mereka telah saling kenal lama dan memahami konteks respon yang ia buat atau ia terima. Itu mungkin berlaku untuk orang tertentu tapi tidak buat Anda, disitu relatifnya.

Bijak ber-medsos intinya menjaga etika relatif yang mungkin berbeda pada setiap orang, ruang dan waktu. Di dunia nyata, apalagi…[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.