FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Pasca terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor. Pemkab Bireuen awalnya menetapkan status tanggap darurat bencana dan saat ini menjadi masa transisi atau pemulihan selama 90 hari.
Hal itu disampaikan Pj Sekda Bireuen, Hanafiah Ex Officio juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didampingi oleh Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Doli Mardian, saat pertemuan dengan para kepala dinas, camat, keuchik, dan wartawan, Selasa (13/1/2026) malam, di Gazebo Pendopo Bupati.
Dijelaskan dalam penetapan status tanggap darurat pasca bencana itu kewenangan kabupaten dan dilapor ke provinsi. Saat penetapan status masa tanggap darurat pertama, Bireuen tidak masuk SK Gubernur Aceh.
Saat banjir terjadi, Rabu (26/11/2025) pagi, jaringan komunikasi putus tidak bisa mengirim laporan ke Provinsi. Bireuen baru masuk saat penetapan tanggap darurat bencana tahap ke II, jaringan komunikasi sudah normal.
Kata Sekda, status tanggap darurat bencana di Bireuen tidak diperpanjang lagi, saat ini sudah masa transisi atau pemulihan bencana banjir dan tanah longsor selama 90 hari terhitung dari tanggal 7 Januari s.d 6 April 2026,
Hal itu sesuai keputusan Bupati Bireuen Nomor : 300.2.2/9 tahun 2026 tentang penetapan status transisi darurat ke pemulihan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, jelasnya ditanyai lebih lanjut, Rabu (14/1/2026) pagi.
Saat masa tanggap darurat bencana berbagai bantuan bagi masyarakat disalurkan sesuai kebutuhan diajukan keuchik melalui Camat dan tidak ada penimbunan bantuan digudang BPBD setempat.
Dalam masa pemulihan ini dampak kerusakan akibat banjir diberbagai sektor hingga aktivitas perekonomian masyarakat berjalan normal kembali seperti membangun rumah hunian, suplai air bersih sudah mulai normal, jelasnya.
Plt Kalaksa BPBD Bireuen, Doli Mardian mengatakan berbagai barang bantuan digudang BPBD itu bukan hanya untuk diberikan kepada korban banjir, tetapi juga bagi korban rumah terbakar dan lainnya, bahkan kami berikan kepada korban banjir susulan.
Dikatakan juga dalam masa transisi ini BPBD tetap dapat memberi bantuan bagi korban banjir terutama berada di pengungsian. “Atas permohonan kami sebelum berakhir tanggap darurat bencana sampai malam ini bantuan BNPB masih berdatangan, makanya gudang logistik BPBD penuh, dan barang menumpuk,” ungkapnya.
Kepada Camat telah kami sampaikan untuk ambil bantuan korban banjir ke gudang sesuai kebutuhan diajukan keuchik. Namun, para Camat saat ini lagi mendistribusikan beras disalurkan BPBD bagi masyarakat korban banjir di 15 kecamatan terdampak banjir dengan jumlah bervariasi totalnya 660 ton, terangnya.
Terkait tundingan adanya penimbunan bantuan di gudang BPBD itu tidak ada, bantuan kepada para pengungsi sudah disalurkan dengan lancar dan sesuai kebutuhan yang diajukan oleh keuchik melalui Camat masing-masing, jelas Plt Kalaksa BPBD.[]










