FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo memastikan bendungan irigasi PP Bireuen, Ramadan ini berfungsi dan dapat mengaliri air ke sawah masyarakat daerah ini.
Hal itu disampaikan saat meninjau bendungan irigasi PP Bireuen bersama jajaran dari Kementerian didampingi Bupati Bireuen, H Mukhlis pada selasa (24/2/2026) siang.
Kunjungan kerja Menteri PU sesuai permintaan dari Bupati Bireuen, H Mukhlis, sebagai upaya percepatan penanganan kerusakan infrastruktur termasuk bendung irigasi PP ekses banjir bandang, agar segera kembali mengairi 6.562 hektare sawah di Kecamatan Juli, Jeumpa, Kota Juang, Kuala, Jangka, Peusangan dan sebagian Kutablang.
Menteri PU kepada sejumlah wartawan usai melihat kondisi terkini bendung irigasi itu mengatakan, saat awal berkunjung pertama kesini bersama anggota DPR-RI H Ruslan M Daud serta jajaran Kementerian PU dalam hujan deras.
Dody Hanggodo melihat debit air sungai atau Kreung Peusangan kalau lagi penuh sangat tinggi, dan hari ini kondisi air lagi surut. “Saat itu saya meminta tolong kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 di Aceh melakukan penanganan tanggap darurat supaya petani bisa tanam padi secepatnya,” ujarnya.
Setelah berkunjung tadi, kata Menteri melihat penanganan disekitar bendung sudah beres dan mudah-mudahan sebelum habis bulan suci ramadan,
suplai air Irigasi sudah dapat dialirkan ke persawahan masyarakat dan petani bisa tanam padi setelah ramadan.
“Proses saat ini lagi penanganan tanggap darurat dan yang utama adalah bagaimana agar air dari bendung ini harus masuk ke sawah, dan kita juga harus memperkuat kanan-kiri bendung irigasi PP dengan tanggul permanen sehingga saat banjir sungai tidak melebar lagi,” jelasnya.
Menteri PU juga mengatakan bahwa sendiri lumpur disaluran telah ditangani, kalau untuk lumpur yang menimbun sawah kami berkoordinasi lagi dengan Menteri Pertanian dan juga Bupati Bireuen, seperti apa nanti penanganan selanjutnya.
“Kalau misalnya sawah sudah 2 meter tertimbun lumpur seperti itu harus dipindah, tetapi kalau tanahnya subur itu tetap menjadi sawah, tetapi pada pola tanamnya yang berbeda dari biasa. Maka kami harus komunikasi bertiga bagaimana penanganannya,” sebutnya.
Bupati Kabupaten Bireuen, H Mukhlis juga menjelaskan bendung irigasi Pante Lhong mengairi 6.500 hektare lebih sawah dibeberapa kecamatan. Dampak banjir bandang selain bendung irigasi PP ini, juga ada enam bendung lainnya telah rusak sehingga sangat menganggu proses pengairan air ke sawah.
Luas sawah di Bireuen sekitar 15 ribu hektare dan sebagian sawah telah rusak dan menjadi daratan seperti dikatakan bapak Menteri PU, lebih 2000 hektare sawah sudah rusak, kami berharap bendung PP ini bisa segera difungsikan kembali, harapnya.
“Saat ini sebagian sawah di Bireuen ada yang dapat digunakan petani dengan sumber air tanah hujan dan sumber air yang ada disekitarnya,” sebut Bupati Mukhlis.[]








