FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Pemkab Bireuen melalui Dinas Syariat Islam (DSI) menggelar zikir dan tausyiah peringatan Isra Mikraj yang berlangsung di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Kamis (15/1/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT, unsur Forkopimda, pejabat terkait, dan seratusan peserta dari tokoh agama, pegawai, pelajar dan unsur terkait. Acara zikir tersebut juga diringi tauziah agama yang disampaikan Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Tgk Adnan Yahya, MPd.
Plt Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Azmi, SAg dalam laporannya antara lain menyampaikan beberapa tujuan dilaksanakannya peringatan Isra Mikraj dan telah menjadi agenda rutin setiap tahun.
Tujuannya untuk mengenang kembali bagaimana Allah SWT memuliakan Rasulullah SWT dengan memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah SWT dalam perjalanan Israk Mi’raj.
Kegiatan ini juga untuk mengambil hikmah betapa besar dan agungnya derajat Nabi Muhammad SAW serta mengenang begitu teguh hati beliau dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang dilontarkan orang-orang kafir quraisy, terlebih setelah meninggal paman beliau Abu Thalib dan isteri beliau Khadijah RA.
Selain itu juga untuk mengembangkan syiar Islam dan mempertebal keyakinan umat terhadap peristiwa yang luar biasa tersebut. Mengenang kembali kilas balik peristiwa perintah salat lima waktu sehari semalam. Sekaligus media untuk mempertebal iman dan takwa kepada Allah SWT serta menjalin silaturahmi antar anak bangsa, ungkapnya.
Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT dalam sambutannya antara lain mengatakan, peringatan Isra’ dan Mi’raj tahun ini bertepatan dengan suasana keprihatinan mendalam bagi masyarakat Kabupaten Bireuen.
Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda pada 26 November 2025 lalu telah memberikan dampak signifikan, di mana hingga saat ini masih terdapat warga yang kehilangan tempat tinggal maupun akses kembali ke kediaman mereka, kata Wakil Bupati.
Lanjutnya, musibah banjir dan tanah longsor ini adalah suatu cobaan dan ujian dari Allah, kesabaran menghadapi musibah ini sangat perlu kita tingkatkan sebagai rasa ketaqwaan kepada Allah SWT, ujar Wabup.
“Saya mengajak kita semua untuk sejenak merenung dan mensyukuri hikmah di balik peringatan ini. Besar harapan kami, agenda ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu membawa kemaslahatan, menjadi momentum transformasi dalam memperkuat fondasi keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” pungkas Wabup.[]









