by

Pemuda dan Mahasiswa Aceh di Jakarta Gelar FGD Bertajuk : “Irwandi Yusuf dan Masa Depan Aceh”

JAKARTA | FREELINENEWS.COM – Sejumlah pemuda dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan Organisasi Kepemudaan (OKP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kepemudaan bertajuk “Irwandi Yusuf dan masa depan Aceh” Sabtu (20/4) di Kantor Pusat Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia(SEMMI) Jl. Amir Hamzah Menteng Jakarta Pusat.

Dalam relis pers yang diterima Freelinenews.com, sore tadi menyebutkan, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pemuda, mahasiswa Aceh dan berbagai daerah lainnya yang ada di seputaran Jakarta yang difasilitasi oleh GEMPAR, SEMMI dan KMP Aceh Darussalam, bahkan Penulis Buku Sang Kapten Murizal Hamzah juga ikut hadir sebagai pembicara dalam FGD tersebut.

Murizal Hamzah pada kesempatan itu mengatakan, selama pemerintahan Irwandi ada beberapa kebijakan yang sudah berhasil juga bisa diadopsi oleh Pemerintah Pusat.

Lanjut Murizal tahun pertama kepimpinan Irwandi peletakan dasar regulasi, percepatan membangun, sudah ada beberapa hasil pembangunan yang sudah di rasakan tentu saja ada beberapa pro kontra dalam politik.

“Kita mengajak untuk terus mengawal kasus Irwandi Yusuf yang diianggap salah satu danpak yang merugikan masyarakat Aceh secara keseluruhan, “ Murizal Hamzah.

Selain itu, juga hadir seorang aktivis senior, Yazir Akramullah, Ia melihat melihat persoalan Irwandi Yusuf tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ini menyangkut perdamaian Aceh yang Sudah berlangsung belasan tahun beliau.

“Kita melihat penahan Irwandi Yusuf menjadi efek domino bagi kelanjutan perdamaian Aceh,  dikarenakan Irwandi merupakan salah satu tokoh penting bagi perdamaian Aceh yang telah terajut selama ini,” papar Yazir.

Sementara itu,  salah satu inisiasi Focus Group Discussion (FGD) Agussalim mengatakan, pergerakan ini adalah tindak lanjut dari sebelumnya yang sudah menggelar aksi di Kejaksaan dan Pengadilan yang  tujuannya melihat perseolan yang dialami Irwandi bukan karena Kasus Perorangan tapi juga Menjadi Perhatian khusus bagi masyarakat Aceh keseluruhan karena kondisi Pemerintah Aceh yang masih kurang kondusif pasca perdamaian.

Di akhir diskusi Husnul Jamil Selaku Ketua KMP Aceh Darussalam menyatakan, bahwa beberapa Organisasi  BEM Se-DKI akan melakukan kunjungan ke istana untuk bertemu dengan Presiden.

“Nantinya kami akan menitipkan surat aspirasi masyarakat selama ini yang harus menjadi perhatian khusus Persiden demi perdamaian dan pembangunan Aceh ke depan,” pungkas Husnul Jamil. (*)

Comment

News Feed