FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Badan jalan dan halaman rumah warga tertimbun tanah bajir bandang di Dusun T Ben Lueng, Gampong Ule Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, sudah dibersihkan dibantu satu unit alat berat sejak lima hari terakhir.
M Nasir Husen 35, Pautuha Tuha Peut Gampong Ule Jalan, M Nasir Husen (35) didampingi Kasie Pemerintahan, M Ridha (32) yang freelinenews.com temui dilokasi, Sabtu (10/1/2026) pagi mengatakan.
Untuk membersihkan endapan tanah setebal 1 s.d 2 meter lebih di jalan dan halaman depan rumah warga kami telah dibantu satu unit excavator oleh anggota DPR-RI H Ruslan M Daud sudah lima hari kerja dan hari ini terakhir.
Pembersihan dilakukan menormalisasi badan jalan 1 km tertimbun tanah, dan saluran 1 km lebih. Juga membantu bersihkan tumpukan tanah menimbun halaman rumah warga ada sekitar 10 rumah kondisi endapan tanah sangat tebal lebih 1 s.d 2 meter lebih.
Sedangkan pembersihan tanah tebal 1 meter lebih di dalam rumah, kata Peutuha Tuha Peut, setiap warga itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 juta untuk dibersihkan secara manual membuang tanah keluar rumah, ungkapnya.
Kedua perangkat gampong itu juga berharap dapat dibantu satu unit alat berat ukuran kecil yang bisa digunakan menggali saluran tepi jalan, sehingga warga bisa lebih mudah bersihkan rumah dan aliran air dapat dialirkan ke alur sungai.
Peutuha Tuha Peut, M Nasir Husen juga mengharapkan pemerintah agar dapat segera melakukan penanganan utama penanganan aliran sungai dulu sangat jauh sekarang telah meluas tinggal 15 meter ke pemukiman warga dampak erosi dan banjir bandang yang terjadi, Rabu (26/11/2025) lalu.
Kami mengharapkan penanganan yang paling utama adalah pemerintah meluruskan kembali aliran sungai dan dibangun tanggul pengaman karena masyarakat khawatir jika tidak segera ditangani pemukiman warga di Dusun T Ben Lueng ini, bisa hilang jadi sungai seperti di Gampong Bale Panah Juli, harapnya.
Disampaikan juga bahwa warga yang rumahnya tertimbun tanah dan lumpur banjir di Dusun T Ben Lueng belum bisa pulang dan masih mengungsi di rumah guru dibelakang masjid dan SDN 3 Peusangan Selatan, juga ada menyewa rumah dan menumpang dirumah keluarganya.
Warga masih mengungsi ditemui freelinenews.com dilokasi, Juliani (36) mengatakan rumah semi permanen ditempati bersama suaminya Rahmat Saputra (37) dan tiga anaknya masih tertimbun tanah dan tidak berani untuk ditempati lagi.
Hal itu dikarenakan jarak rumah sudah sangat dekat dengan tebing sungai tergerus banjir dan khawatir ambruk. “Rumah kami hanya beberapa meter lagi pinggir tebing sungai sudah tidak berani kami tempat lagi semoga kami dibantu pembangunan rumah baru,” ujarnya.
Saat banjir terjadi, Rabu (26/11/2025) pukul 06.00 WIB, kisah Juliani, dia bersama anggota keluarga saat itu pergi menyelamatkan diri ke pusat Gampong Ule Jalan lokasinya lebih tinggi dan tidak jauh dari rumah kami, warga lain pergi ke gampong sebelah Desa Pulo Panyang berjarak 1 km.
Asnawati (35) warga Dusun T Ben Lueng masih mengungsi juga berharap bisa mendapat bantuan rumah karena rumah kontruksi kayu campur tripleks ditempati dengan suami Khairul Azhar (35) dan tiga anaknya masih tertimbun tanah dan mengalami kerusakan.
Dia sudah mencoba membersihkan tanah tebal masuk kerumah tetapi terkendala tanah diluar rumah masih tebal dan hanya bisa mengambil alat dapur yang masih bisa digunakan seperti kompor gas dan lainnya.
Saat banjir terjadi, suaminya sudah pergi kerja ke Sumatera Utara. Lalu pagi itu setelah mendapat informasi dari warga air sungai sudah meluap, Asnawati langsung membawa tiga anaknya Cut Riham Zahwa (10), M Tijan Dirari (7), dan Muhammad Irhas Attaya (3.5 bulan).
Melewati arus banjir setinggi pinggang ke Paloh Panyang dengan warga dan mereka sampai dengan selamat. Keesokan hari saat air surut, warga jalan kaki menuju ke masjid melalui perbukitan dan kebun warga karena jalan di depan rumah tidak bisa dilalui dipenuhi lumpur, kisahnya.[]










