FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Puluhan warga Gampong Ule Cee Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Butuh bantuan hunian tetap (Huntap). Menjelang bulan suci ramadan dan untuk menata kembali kehidupan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi Selasa-Rabu (25-26/11/2025) lalu.
Hal itu disampaikan Keuchik Ule Cee, Azwani didampingi Ketua Apdesi Kecamatan Jangka, Saipuni (Tu Bugak) kepada freelinenews.com, Rabu (7/1/2026) saat melihat kondisi kerusakan rumah warga korban banjir.
Dijelaskan bahwa jumlah masyarakat yang terdampak banjir seluruh 217 kepala keluarga (KK) saat kejadian mengungsi ke meunasah dan saat ini pada pulang kerumah sambil mereka membersihkan rumah masing-masing dari endapan lumpur di dalam dan luar rumahnya.
Juga ada warga yang menumpang tinggal sementara ditempat keluarga dan digubuk atau balai di halaman rumah karena rumah telah rusak berat tidak bisa ditempati lagi.
Untuk jumlah rusak yang rusak berat kata Keuchik Azwani, ada 25 unit dan para pemilik rumah sangat butuh bantuan pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) dari pemerintah.
Sedangkan untuk rumah yang rusak sedang 165 unit, dan fasilitas umum rusak yaitu kantor keuchik, posyandu, meunasah, balai pengajian, sawah seluas 25 hektare, tambak 65 hektare, dan saluran air sawah 3.500 meter, juga saluran tambak 4000 meter.
Berbagai kerusakan ekses banjir itu sangat butuh bantuan penanganan pemerintah, agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.
Salah satu rumah rusak rusak berat atau hancur tidak bisa digunakan lagi yaitu milik Hasan Idrus (40) petani di Dusun Tgk Dilampoh, diterjang banjir pada hari Rabu (26/11/2025) pagi.
Rumah itu ditempat bersama dua kepala keluarga lainnya yaitu anaknya Husnidar (35) memiliki dua anak, dan Ernita (30) satu anak. Saat ini mereka tinggal sementara di balai dihalaman rumahnya, terang Keuchik Azwani.
Ketua Apdesi Kecamatan Jangka, Saipuni (Tu Bugak) mengatakan pasca kejadian pihak terkait dari Kabupaten Bireuen didampingi Camat Jangka telah melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi di Gampong Ulee Cee dan gampong lainnya.
“Saya mengharapkan kepada Pemkab Bireuen untuk dapat membantu membangun rumah hunian tetap yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat korban banjir dan tanah longsor rumahnya tidak bisa ditempati lagi,” ujarnya.
Rumah hunian tetap itu sangat kursial dibutuhkan masyarakat karena sudah menjelang bulan suci ramadan dan tentunya masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang nyaman Dalam melaksanakan ibadah puasa dan menata kembali kehidupan pasca bencana alam, ujarnya.
Sementara itu, Ernita yang ditemui freelinenews.com dilokasi juga mengharap perhatian pemerintah agar dapat membangun rumah baru karena rumah mereka tempat bersama itu sudah hancur tidak bisa ditempati lagi.
“Kami harap pemerintah agar dapat membantu membangun rumah baru untuk kami, saat ini kami tinggal di balai kecil ini, ada ruangan belakang yang tersisa tidak bisa ditempati karena lantainya sudah amblas,” ungkapnya.[]









