FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Relawan dari UKM PA-LH ALASKA Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, gelar pendampingan pendidikan bagi anak-anak terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini merupakan respons atas terganggunya aktivitas belajar mengajar akibat keterbatasan akses dan kondisi lingkungan pascabencana, menyebabkan proses pembelajaran sempat bergantung pada satu guru untuk melayani beberapa jenjang kelas sekaligus.
Hafizam salah seorang pengurus Ormawa berbasis lingkungan ini kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026) menjelaskan, pendampingan pendidikan dipusatkan di SD Negeri 12 Juli dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cot Keutapang. Melibatkan 14 relawan pendidikan dalam mendampingi proses belajar mengajar bagi 75 murid.
Ketua Umum UKM PA-LH ALASKA, Rozi Aulia menyampaikan kegiatan ini hasil keputusan organisasi untuk mengalihkan agenda pendakian wajib anggota muda menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, menyesuaikan dengan kebutuhan kemanusiaan di lapangan.
“Kami memutuskan mengalihkan agenda internal menjadi kegiatan pengabdian masyarakat agar relawan dapat hadir langsung mendampingi warga dan anak-anak yang terdampak bencana,” ujarnya.
Koordinator lapangan melaporkan bahwa akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui jalur darat ke Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa dengan kondisi medan menanjak. Jalan utama ambruk dan longsor, sehingga relawan harus lewat jalur alternatif melalui kebun warga.
Saat hujan, jalur ini menjadi becek dan berlumpur, yang memperlambat mobilisasi personel serta distribusi logistik. Alternatif akses lain dilakukan melalui Gampong Krueng Simpo Dusun Bivak, memanfaatkan sling baja sebagai sarana penyeberangan.
Kondisi posko pengungsian dan pendampingan belajar di posko Dusun Blang Padang, warga terdampak menempati area pengungsian yang dilengkapi dapur umum. Kegiatan belajar bagi siswa SD Negeri 12 Juli dan MIS Cot Keutapang dilaksanakan di bawah tenda yang tersedia di lokasi pengungsian.
Sementara itu, posko pengungsian Dusun Bungoeng Jeumpa juga menampung warga terdampak, dilengkapi dapur umum serta kegiatan pendampingan belajar anak, pendidikan keagamaan tetap berjalan di area posko dengan dukungan relawan.
Adapun program utama dijalankan relawan Mapala ALASKA meliputi pendampingan guru dalam proses belajar mengajar di SD Negeri 12 Juli dan MIS Cot Keutapang, dukungan operasional dapur umum bersama masyarakat, pendampingan tenaga pengajar di balai pengajian.
Selain itu juga pelaksanaan dukungan psikososial bagi anak-anak yang berkolaborasi dengan relawan PMI, serta penyaluran bantuan logistik dan alat tulis bagi masyarakat terdampak.
Pendampingan pendidikan masih berlangsung dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat.
Disampaikan juga dukungan dari Pemkab Bireuen, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, turut hadir dalam pembukaan kegiatan pada 14 Januari 2026.
Kadisdikbud menyampaikan apresiasi atas peran relawan dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi bencana. “Dalam kondisi bencana, hak anak untuk tetap memperoleh pendidikan harus dijaga. Kehadiran relawan pendidikan menjadi dukungan penting bagi sekolah, guru, dan masyarakat agar proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pendampingan pendidikan ini Mapala ALASKA menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana dalam aspek pendidikan, sosial, dan psikososial. Kegiatan ini terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak sesuai kebutuhan di lapangan.[]











