Religi

Sifat Orang Beriman Menyeru Yang Ma’ruf Mencegah Kemungkaran

“Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang Munkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah.”(At-Taubah: 71).

Sebagai orang beriman laki –laki dan perempuan, kendatipun berada di mana pun tetap menganjurkan mukmin yang lain menyeru berbuat kebaikan (ma’ruf) dan mencegah atau melarang berbuat kemungkaran (Munkar). “Itu baru termasuk sifat orang beriman sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah At-Taubah :71,” hal itu disampaikan Tgk H. Muhammad Yusuf Kardi  dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Darussalihin Idi Rayeuk, Jumat (27/11/2020).

Ulama Aceh Timur ini, mengatakan banyak kemaksiatan yang terjadi di tanah Serambi Mekkah saat ini. Beliau mencontohkan kemungkaran yang perlu kita cegah bersama yakni, mencegah permainan judi online yang dimainkan melalui game online, rentenir peminjam uang masuk ke kampung dengan transaksi riba, Nikah liar, pergaulan bebas, dan banyak maksiat lainnya yang perlu di cegah oleh orang beriman.

Tgk. H. M. Yusuf Kardi, mengajak umat untuk selalu mencegah kemungkaran dan mengajak kepada kebaikan (ma’ruf). “Kenapa ada orang beriman terkadang tidak menecegah kemungkaran dan menyeru kebaikan, berati orang beriman tersebut tidak tahu,”ujarnya.

Beliau menambahkan, sebagaimana kata para ulama; Orang yang tidak meneyeru kebenaran itu syeitan bisu. Sedangkan pengertian orang beriman menurut Imam Al Qazali ; Orang beriman tidak menyeru amar makruf nahi mungkar, orang tersebut telah keluar dari golongan orang beriman. Menurut Imam Al-Khutubi ; Allah menjadikan amar makruf nahi mungkar adalah pemisah antara orang beriman dan orang munafik.

Jadi sifat orang beriman itu wajib mencegah kemungkaran dan menyeru kepada kebaikan. Sedangkan orang munafik menyeru kemungkaran dan melarang berbuat kebaikan. Inilah yang dikatakan Imam Al- Khutubi sebagai pemisah antara orang beriman dan orang munafik,” jelasnya.

Selain itu, kata Tgk H. M. Yusuf Kardi, sifat-sifat orang beriman adalah orang tidak melalalaikan salatnya, yakni salat lima waktu dengan khusyuk. “Artinya mengerjakan salat dengan memenuhi hak hak salat.  Pertama hak zahiriah yaitu cukup rukun dan syarat salat. Dan kedua hak bathiniah yaitu ikhlas, dan merendah diri dihadapan Allah SWT,”

Jadi setiap orang beriman wajib mencegah kemungkaran dan menyeru berbuat kebaikan. “Tugas menyeru kebaikan itu bukan saja tugas seorang ulama, tugas seorang guru ngaji, tugas seorang pimpinan pesantren, dan tugas seorang imam, akan tetapi menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah tugas orang beriman. Jika sudah kita larang, mereka masih juga berbuat, setidaknya kita telah lepas dari tugas kita sebagai orang beriman,” kata Tgk. H. Yusuf Kardi.

Sifat orang beriman lainnya, adalah menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasulnya. “Ketika kita sudah menunaikan tugas kita sebagai orang beriman, niscaya kita akan mendapat rahmat dari Allah SWT,”

Sebelum beliau menutup khutbahnya, Ulama Aceh Timur itu juga mengajak imam masjid untuk belajar membaca ayat- ayat Al Quran dengan baik, benar dan fasih sesuai dengan standar ilmu tajwid. “Karena tidak mungkin seorang imam yang tidak fasih menjadi imam dalam salat berjamaah,”  tutup Tgk. H. Muhammad Yusuf Kardi dalam khutbah jumatnya di Masjid Agung Darussalihin Idi Rayeuk. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Terimakasih, Tidak Melakukan Copy Paste