FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Tiga Menteri dari Kabinet Merah Putih turun ke Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh untuk melihat secara dekat kondisi areal tambak masyarakat di wilayah Kecamatan Jangka terdampak banjir bandang terjadi Selasa-Rabu (25-26/11/2025) lalu.
Keterangan freelinenews.com peroleh yang datang Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perdagangan Dr Budi Santoso, M.Si, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Dr Tb Haeru Rahayu, A.Pi. M.Sc serta pejabat terkait lainnya.
Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ujang Komaruddin yang didampingi Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Bireuen, Ir M Jafar, MM dikonfirmasi freelinenews.com usai kunjungan menjelaskan.
Hal yang telah kami lakukan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang pertama telah mendata atau inventarisasi dampak bencana banjir ini sejak beberapa hari setelah bencana terjadi khusus perikanan budidaya atau tambak masyarakat.
Melibatkan cukup banyak petugas mulai dari pemerintah pusat, juga dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) kami di Provinsi Aceh untuk inventarisasi seberapa berat dampak musibah banjir ini terhadap perikanan budidaya sehingga kami saat ini telah memiliki datanya.
“Hari ini kami datang ke Bireuen untuk memvalidasi dan mengkatagorikan kerusakan itu ada kerusakan ringan, rusak berat dan sangat berat, data ini menjadi dasar bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dapat merancang tindak lanjut seperti apa,” jelasnya.
Sehingga saat ini KKP belum punya skema penanganan kerusakan tambak ikan dan udang milik masyarakat. Hal yang paling penting kerusakan telah terinventarisasi dan ada kriterianya. “Insya Allah bapak Menteri nanti akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait dan tim internal kami untuk tidak lanjutnya,” sebutnya.
Terkait areal tambak yang terdampak banjir khususnya di Kabupaten Bireuen ada 4.943 hektare dengan berbagai kondisi ada yang hanya terendam air, ada yang pematang tambak longsor dan tertimbun lumpur sedikit, ada memang habis tertimbun lumpur dan bahkan hilang jadi muara, ungkapnya.
“Tadi pagi bapak Menko Pangan, Menteri KKP dan Menteri Perdagangan sudah melihat langsung kondisinya dampak bencana hydro metereologi tersebut dan tentunya berharap juga segera ada skema penanganan dan pembudidaya semakin cepat pulih perekonomiannya,” harap Ujang Komaruddin.
Sementara itu, Kepala DPKP Bireuen, Ir M Jafar, MM mengatakan dampak bencana banjir itu sebagian besar mengungsi dan kondisi rumahnya juga tertimbun lumpur dan tanah terbawa banjir.
Sehingga menjelang bulan suci ramadan kami mengupayakan ada program dapat memberdayakan petani tambak seperti pekerjaan normalisasi saluran tersumbat yang bisa dilakukan oleh tenaga manusia tanpa harus alat berat ini diberlakukan masyarakat setempat untuk bekerja agar mereka punya penghasilan.
“Tadi bapak Menteri juga menjanjikan ada bantuan jadup dan kita harapkan agar bantuan ini bisa segera direalisasi untuk petani tambak. Kita juga tadi sudah sampaikan kepada bapak Dirjen Budidaya bagi tambak rusak ringan segera dibantu jadi bisa berpoduksi,” jelasnya.[










