Sport

Turnamen Sepak Bola Piala Pemerintah Aceh di Stadion Idi Bagaikan Event Tarkam

Idi Rayeuk – Sejumlah pihak menilai Event Turnament Piala Pemerintah Aceh yang dilaksanakan di Stadion Moen Sikureung Idi Rayeuk, bagaikan event tarkam. Selain beberapa tim yang bertanding dalam event tersebut tidak bergengsi, jumlah penonton setiap harinya  juga sangat minim.

“Kita melihat, lebih bergengsi event turnamen piala Bupati Aceh Timur dan Piala Iskandar Usman Alfarlaky yang dilaksankan di Aceh Timur sebelumnya,  dibandingkan event Piala Pemerintah Aceh Ini,” kata Muzakir Kana, pemerhati olahraga sepak bola Aceh Timur, kepada freelinenews.com, Jumat (15/11/2019).

Kata Muzakir, karena tim yang diundang tidak bergengsi, maka jumlah penonton juga sangat minim. “Kita melihat banyak penonton Piala pemerintah Aceh, dari kalangan pengilas ikan (Muge Engkot) yang sedang menunggu bongkar ikan di Kuala Idi,” kata Muzakir.

Muzakir menilai, panitia gagal dalam mempromosikan event turnamen Piala pemerintah Aceh tahun 2019 ini. “Dari pantauan pihak kita, umbul-umbul dan spanduk tidak terlihat di seputaran Kota Idi, padahal anggaran event tersebut sangat besar,” papar Muzakir.

Bahkan kata Muzakir, kelangsungan pertandingan sering terjadi molor, sehingga pertandingan selalu berakhir menjelang azan magrib. “Ini sangat kita sayangkan, karena Aceh Timur merupakan sebuah Kabupaten yang menjunjung tinggi nilai – nilai syariat Islam,” pungkas Muzakir.

Sementara itu, Ketua pelaksana event Piala Pemerintah Aceh, Nurdin AB, saat dikomfirmasi freelinenews.com, mengatakan, jumlah spaduk hanya 10 lembar yang di peruntukkan oleh panitia besar dari Banda Aceh. Kedepan pihaknya akan mengkondisikan untuk menambah spanduk sebagai media promosi.

“Pada dasarnya kita mengundang beberapa Tim Liga 3 seperti PSBL Langsa, PSLS Lhokseumawe, mereka tidak bersedia, karena mereka sedang melakukan persiapan mengikuti Liga 3 Regional Sumatera, nemun demikian kita juga berhasi mengundang Persidi Idi, Persib Pasee, dan Benteng Gatra,”sebut Nurdin AB.

Sedangkan molornya waktu pertandingan, Kata Nurdin diakibatkan karena tim terlambat datang, atau tidak tepat waktu. “Kedepan ini, terkait waktu pertandingan, kita akan perketat dan akan kita lakukan kickof pada pukul 16.15 WIB,” pungkas Nurdin AB. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
%d bloggers like this: