FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Utusan Khusus (Utsus) Presiden Bidang Ketahanan Pengaman, H Muhammad Mardiono, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak bencana banjir, longsor dan lumpur Aceh ke 20 Kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Kegiatan penyerahan bantuan oleh H Muhammad Mardiono juga sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan dihadiri jajaran partai itu berlangsung di kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Kabupaten Bireuen, Senin (5/1/2026) pagi.
Data diperoleh freelinenews.com ada 20 kabupaten/kota diberikan berbagai jenis bantuan dibagi dengan jumlah bervariasi untuk gula total bantuan 100 karung, minyak goreng 450 duz.
Selanjutnya juga ada mie instan 1.500 pcs, mukena 1.500 pcs, kain sarung 100 pcs, air mineral 145 duz, susu 70 duz, sabun 100 duz, sedangkan untuk bantuan air galon terbatas 25 galon untuk Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen masing-masing 5 galon.
Sedang bantuan lainnya, selain untuk lima kabupaten tersebut, juga untuk Kota Langsa, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Barat, Simeulu, Subussalam, Pidie, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya.
Sawah Prioritas Penanganan
Ditanyai freelinenews.com terkait menjaga ketahanan pangan, pasca banjir bandang di Bireuen, banyak sawah-sawah sudah menjadi daratan karena tertimbun lumpur, bagaimana penanganannya dari pemerintah.?
“Itu menjadi program prioritas, nanti dalam rangka pemetaan, ini persoalan kemanusiaan jangka pendek dulu, setelah penanganan jangka pendek. Maka, ada penanganan untuk jangka menengah dan itu terus kita kerjakan,” ujarnya.
Adapun langkah-langkahnya pertama adalah perlu dilakukan pemetaan atas kepemilikan lahan karena tentunya batas-batas antara sawah itu sudah hilang semuanya.
Kedua, dilakukan pemulihan kembali dan nanti tentunya melalui kajian oleh para ilmuwan guna memastikan sawah-sawah yang terdampak itu, apakah bisa dikembalikan lagi untuk sawah, terangnya.
“Jika pun tidak bisa digunakan lagi untuk sawah. Maka pemerintah akan mencetak sawah baru sebagai bagian dari nilai tukar yang artinya kalau kita kehilangan sawah 1.000 hektare, jadi kita harus mencetak sawah baru juga 1.000 hektare,” sebutnya.
Nah, apakah lahan-lahan lama itu apakah bisa dijadikan lahan hunian.? Kata Utusan Presiden dengan nada bertanya sekaligus menjawab bahwa hal ini tentunya masih dalam kajian.
Pemerintah bekerja cepat. Presiden Prabowo Subianto selalu memberikan perhatian khusus bahkan juga telah memerintahkan seluruh kabinet merah putih tanpa terkecuali, berpartisipasi mempercepat pemulihan ekonomi di Aceh atau recovery infrastruktur yang ada di Aceh.[]











