Headline

VIDEO : Forum Geuchiek Dua Kecamatan Desak Gubernur Aceh Segera Realisasi Jalan Peureulak- Lokop

𝗔𝗻𝗴𝗴𝗼𝘁𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗔 𝗔𝗹-𝗙𝗮𝗿𝗹𝗮𝗸𝘆: 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗞𝗶𝘁𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮

FREELINENEWS.com | Peureulak – Puluhan geuchik yang tergabung dalam Forum Geuchik Kecamatan Peureulak Barat dan Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (25/8/2021) siang, mengadakan pertemuan dengan Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam rangka reses II DPR Aceh Tahun 2021, di Klinik Kupi Gampoeng Beusa.

Turut hadir juga dalam pertemuan tersebut Camat Kecamatan Peureulak Barat Syamsul SH, dan Camat Kecamatan Ranto Peureulak Muktaruddin, S.sos. Para geuchik yang tergabung dalam forum geuchik kedua kecamatan itu meminta Gubernur Aceh bisa segera mengambil sikap untuk mewujudkan pembangunan aspal jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues yang masuk paket multiyears.

Ketua Forum Geuchik Peureulak Barat Iskandar Hasan, dan Ketua Forum Keuchik Ranto Peureulak Iskandar, mewakili para keuchik menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Anggota DPRA Dapil Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Rakyat menanti pembangunan ruas jalan Peureulak-Lokop- Batas Gayo Lues ini. Segmen II dari Kecamatan Peunaron, sampai Kecamatan Serbajadi Lokop sudah dikerjakan, tapi kenapa Segmen I (dari Simpang Gampong Beusa ke Kecamatan Peunaron, dan segmen II dari Kecamatan Serbajadi Lokop sampai Batas Gayo Lues) belum dibangun.

Menurut sepengetahuan mereka sejak 2020 anggarannya sudah ada, begitu juga pemenangnya, tapi kenapa sampai saat ini belum dibangun. “Mohon Pak Iskandar sebagai wakil kami di DPR Aceh memperjuangkan sekuat tenaga agar jalan dibangun. Bila perlu kami akan ke Banda Aceh untuk bertemu gubernur,” ancam mereka.

NONTON VIDEO LIPUTAN KHUSUS  :

Geuchik juga mengatakan, sudah banyak jatuh korban dari pengguna jalan, baik yang menggunakan sepmor maupun truk pengangkut hasil  alam yang terjungkal di kubangan jalan.  Bahkan menurut Camat Ranto Peureulak sejak awal Januari 2021, pihaknya (Muspika) bekerjasama perusahaan di daerah itu, dan dengan seluruh keuchik mengumpulkan dana untuk membeli material untuk menimbun jalan yang rusak parah tersebut.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga sudah pernah hadir mengecek ke lokasi jalan rusak beberapa waktu lalu di Gampoeng Beusa. Tapi sampai saat pembangunan jalannya belum dimulai, rakyat menunggu kepastian,” ungkap Samsul, Camat Peureulak Barat.

Al-Farlaky : “𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁”

Sementara itu, Anggota DPRA dari Dapil Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengucapkan terimakasih atas semua aspirasi dan harapan yang disampaikan kepada dirinya untuk diperjuangkan di tingkat Provinsi Aceh.

“Pagu anggaran pembanguan ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, ini jelas Iskandar, mencapai Rp 500 miliar lebih sistem pengerjaan multiyears kontrak tiga tahun sejak 2020-2023,” ujarnya.

Kata dia, proyek multiyeasr yang ada di kabupaten/kota lain sudah sampai 80 persen tahap pekerjaan, sementara di Aceh Timur, belum dikerjakan sama sekali. “Karena itu sebelum kontrak berakhir 2022, dan PAGU anggarannya sudah ada, karena itu kita tidak mau tahu apapun alasanya, yang penting rakyat jangan dikorbankan.

Proyek ini harus segera dikerjakan agar transportasi masyarakat antar kabupaten, dan dalam wilayah Aceh Timur mudah, sehingga ekonomi masyarakat bangkit,” harap iskandar. []

Usai menyampaikan aspirasi, kemudian para keuchik, bersama Camat, dan Anggota DPRA Iskandar Usman Al-Farlaky, membentangkan sepanduk di tengah badan jalan rusak parah, di Simpang Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

Dalam momen itu para keuchik kembali menyampaikan harapan agar Pemprov Aceh segera membangun jalan yang dilintasi warga dari 4 kecamatan di Aceh Timur, dan lintas antar dua kabupaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.