FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo dan Anggota Komisi V DPR-RI, H Ruslan M Daud (HRD) meninjau kerusakan bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Gampong Beunyoet, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/1/2026) sore.
Amatan freelinenews.com, Menteri PU dan jajaran serta HRD tiba dilokasi disambut guyuran hujan deras, pukul 17.40 WIB, sesaat kemudian pejabat negara itu dan rombongan turun dari mobil Alfart clear putih dan ragam jenis mobil lainnya.
Memakai mantel dan sepatu boat serta payung, langsung berjalan kaki menaiki tangga ke atas bendung dan berdiri di pagar atas intake sekitar 15 menit dibawah hujan deras sambil terus berbincang dengan pejabat jajarannya.
Lalu Menteri PU, HRD serta bapak dan ibu-ibu pejabat Kementerian PU dari atas itu melihat jelas kerusakan parah dialami bendung irigasi yang dibangun tahun 1990-an, akibat diterjang banjir bandang atau hydro metereologi pada Selasa – Rabu (25 – 26/11/2025) lalu.
Kondisi intake atau pintu masuk air ke pintu saluran distribusi air ke 5.652 hektare sawah di tujuh kecamatan sudah tertutup mati tanah, dan aliran air sungai juga sudah membuka aliran baru sangat luas ke selatan bendung.
Menteri PU, Dody Hanggodo ditanyai freelinenews.com terkait penanganan kerusakan bendung irigasi PP dan juga enam bendung irigasi lain di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Bireuen akibat bencana hydro metereologi.
Kata Menteri PU mengatakan untuk penanganan kerusakan bendung irigasi PP ini akan didesain terlebih dahulu karena sungai melebarnya sangat fenomenal sampai beberapa kali lipat melebarnya.
“Jadi harus didesain dulu sehingga bendung irigasi ini bisa kembali digunakan, dan kerusakan ini harus segera dikerjakan untuk mengalirkan air sungai kembali ke bendung irigasi,” ujarnya.
Disampaikan juga untuk penganan intake bendung yang telah tertutup sendimen tanah nanti jajarannya akan menggunakan sistem padat karya sehingga bisa dibersihkan melibatkan masyarakat sekitar sini untuk dapat membersihkannya.
“Yang menjadi PR kita bagaimana kita bisa mengalir air sungai yang sudah mengalir kesana untuk kembali ke sini supaya bisa mengalirkan air ke sawah,” sebutnya seraya mengatakan nanti teman-teman dari Balai bersama sumber daya air akan mendesain dulu seperti apa penangannya.
Proses pengairan air ke 6.562 hektare sawah nantinya kemungkinan tidak dapat dilakukan dalam satu waktu dan kemungkinan dalam luas areal yang terbatas sekitar 1000 hektare, dan secara bertahap kami berupaya untuk bisa mengalirkan air ke seluruh sawah.
Ditanyai terkait dengan penanganan sekitar tiga ribuan hektare sawah yang telah tertimbun tanah dampak banjir bandang sehingga saat air irigasi nanti dibuka kondisi sawah dibawah sana tidak bisa menanam padi.
Bapak Menteri PU sontak kaget dan dia baru mengetahui adanya sawah masyarakat Bireuen juga ikut rusak ekses bencana hydro metereologi dan langsung bertanya lagi memastikan kepada Anggota DPR-RI H Ruslan M Daud mendampingi disampingnya yang dibenarkan oleh HRD.
“Terkait hal itu tentunya kami harus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, apakah kita bersama-sama membersihkan lumpur atau seperti apa penanganan selanjutnya,” kata Menteri PU sekaligus mengatakan kami fokus penanganan kerusakan bendung irigasi ini.
Anggota Komisi V DPR-RI F-PKB asal Aceh, H Ruslan M Daud ditanyai lebih lanjut memberikan suport kepada Menteri PU Dodi Hanggodo dan jajaran untuk tetap semangat melaksanakan tugasnya dan semuanya selalu diberi kesehatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) untuk dapat melaksanakan tugas-tugas negara.
“Saat ini kita sangat membutuhkan Pak Menteri PU dan juga sangat membutuhkan kehadiran negara je daerah kita, untuk kerusakan irigasi lainnya juga negara akan hadir untuk menangani kerusakannya,” ujar HRD.[]











