FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Tiga ruang belajar dan enam wc di SD Negeri 14 Juli di Dusun Leubok Iboh, Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, hilang ke dalam aliran Krueng Peusangan akibat longsor terjadi, Selasa-Rabu (25 s.d 26/11/2025) lalu.
Untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar akan dimulai besok, Senin (5/1/2026) untuk beberapa kelas akan berlangsung di tenda darurat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah di pasang di halaman sekolah itu, juga ada dua tenda dari BNPB.
Kepala SD Negeri 14 Juli, Bahrunna, SPd kepada freelinenews.com ditemui dilokasi, Minggu (4/1/2026) pagi mengatakan, sekolah itu memiliki 64 siswa dari kelas 1 s.d kelas VI.
“Akibat longsor diterjang banjir ada tiga ruang kelas dan enam Wc sekolah sudah hilang dan kini sudah jadi aliran sungai ” ujarnya seraya mengatakan pihaknya siap melaksanakan kegiatan belajar meski ditempat darurat.
Ruang belajar yang sudah lenyap itu adalah kelas III, IV dan V, juga kelas VI sebagian ruangan telah hancur dan nyaris ambruk/longsor jatuh ke bawah aliran sungai.
Untuk aktivitas belajar mengajar mulai besok Senin 5 Januari 2025, saat ini sudah dibangun tenda tempat belajar yang direncanakan bagi siswa kelas II dan kelas III, di ruang UKS kelas I dan kelas VI diruang perpustakaan karena siswanya hanya enam, kelas V dalam ruangan belajar, jelasnya.
Rumah Warga Hilang
Seorang penyintas banjir Yusnidar (38) Ibu Rumah Tangga (IRT) tinggal disamping timur SDN 14 Juli, kepada freelinenews.com, Mingu (4/1/2026) pagi mengatakan, bersamaan dengan ambruk SD, rumahnya juga hilang tanpa bekas sudah jadi aliran sungai.
Bencana banjir atau luapan air Kreung Peusangan meningkat dan mengalir deras terjadi Selasa (25/11/2025) malam dan pada Rabu (26/11/2025) dinihari pukul 02.00 WIB listrik padam lalu bangunan rumah longsor tergerus luapan sungai, mereka dan warga sekitar menyelamatkan diri ke lokasi lebih tinggi.
Rumahnya dibelakang kontruksi permanen dan depan semi permanen telah hilang ditempati bersama suami Fuadi, (42) dan anaknya Tiara Oktavia Ananda (13) santri, dua orang tuanya Abubakar (75) dan Ti Hawa (73), jelasnya.
Akibat bencana longsor itu tidak ada harta benda yang dapat diselamatkan dan saat ini untuk sementara Yusnidar dan anggota keluarga tinggal digubuk dibangun di depan rumahnya, dan lagi membangun hunian baru depan rumah pakai dana pribadi, semoga juga bisa dibangun rumah oleh pemerintah.[]
Kondisi ruang belajar dan SD Negeri 14 Juli di Dusun Leubok Iboh, Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, rusak parah dan nyaris jatuh ke Krueng Peusangan, Minggu (4/1/2025) pagi. Rahmat Hidayat/freelinenews.com.











