FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Pengungsi dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen tersisa 359 kepala keluarga (KK) tersebar di 28 gampong di tujuh kecamatan. Semnetara 736 KK telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) Data ini berdasarkan hasil verifikasi BPBD Bireuen.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, Jumat (6/2/2026) pagi kepada wartawan mengatakan, pengungsi itu berada di Kecamatan Jangka, Kutablang, Juli, Jeumpa, Peusangan, Peusangan Selatan dan Siblah Krueng.
Dijelaskan bahwa informasi dihimpun BPBD Bireuen, para pengungsi secara berangsur-angsur meninggalkan pengungsian karena telah memiliki tempat berteduh lainnya seperti rumah kontrakan, rumah keluarga, maupun hunian pinjaman dari tetangga.
“Ada yang sudah mengontrak rumah, ada yang diberikan tinggal sementara waktu di rumah keluarga, ada yang mendapatkan pinjaman hunian dari tetangga,” kata Doli Mardian.
Pemkab Bireuen melalui BPBD terus memantau kondisi korban bencana yang masih berada di pengungsian. Mereka secara berkala menyalurkan pangan, maupun kebutuhan lainnya.
Baru-baru ini, BPBD telah menyalurkan puluhan kasur Palembang untuk korban bencana yang membutuhkan.
Sementara itu jumlah penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) yang telah menerima dana tersebut 736 kepala keluarga. Dana itu ditransfer secara bertahap oleh bank himbara kepada korban bencana hydro meteorologi.
Ia menerangkan, meski diperuntukkan untuk anggaran sewa hunian, banyak korban yang menggunakan DTH untuk tambahan anggaran beli tanah tapak rumah akan digunakan sebagai alas pembangunan hunian tetap yang akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Doli juga menerangkan seluruh proses penanggulangan bencana Hydro meteorologi Sumatera di bawah BNPB. Pemerintah daerah bertugas sebagai fasilitator saja.
“Ini yang harus dipahami semua pihak. Pemkab hanya sebagai fasilitator semata. Seluruh proses penanggulangan, termasuk rehab rekon, dilaksanakan langsung BNPB,” terangnya.[]











