FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Guna memperoleh data akurat terkait jumlah masyarakat korban banjir di wilayahnya. Camat Peusangan segera menurunkan satuan tugas (Satgas) untuk memverifikasi data tambahan korban bencana hydro metereologi.
Disampaikan Camat Peusangan Alfian kepada freelinenews.com terkait hal tersebut, Jumat (2/1/2026) pagi. Dijelaskan, jumlah masyarakat di Kecamatan Peusangan terdampak banjir dan sudah terdata 3.080 kepala keluarga baik korban rumah hilang/rusak berat, sedang, dan rusak ringan.
Untuk selanjutnya ada diminta data tambahan atau susulan dan jumlahnya hampir 2000 kepala keluarga, untuk memastikan jumlah itu kami segera menurunkan Satgas atau relawan gampong guna melakukan pendataan ulang sehingga diperoleh jumlah valid atau akurat.
“Dalam satu rumah misalnya ada lebih dari pada satu kepala keluarga karena masih menumpang tinggal belum ada rumah sendiri, itu tetap dihitung satu kepala keluarga,” jelasnya.
Camat Alfian juga mengatakan bahwa sudah satu bulan lebih terjadi bencana banjir saat ini masih ada masyarakat mengungsi dan juga sudah pulang kerumah masing-masing.
Bagi warga yang mengungsi logistik diberikan oleh Kecamatan dan jika persediaan habis akan diajukan ke kabupaten. “Sekarang ini yang sangat dibutuhkan masyarakat pembersihan halaman rumah tertimbun lumpur dan tanah, juga butuh air bersih,” ungkap Camat.
Keuchik Blang Panjoe, Ruslan Abdul Gani yang ditanyai freelinenews.com mengatakan masyarakat gampongnya sebelumnya mengungsi ke meunasah saat ini sudah pulang tinggal dirumah masing-masing dan juga menumpang dirumah saudara maupun tetangga disekitarnya.
Warga juga sudah memasak mandiri untuk persediaan makanan sementara ini diberikan oleh gampong. “Warga kami sudah pulang tinggal di rumah, warga masih trauma dan cemas saat hujan air kembali masuk kerumah karena endapan tanah masih tebal di halaman rumah dan butuh bantuan alat berat untuk membuang tanah itu,”
jelasnya.
Kata Keuchik Ruslan, meski warga telah kembali kerumah, posko pelayanan dan juga posko kesehatan masih dibuka di depan kantor keuchik untuk melayani kebutuhan masyarakat dan jika ada yang sakit bisa ditangani.[]











