Ini Tembang Kritikan Sosial Sang Musisi Muda Aceh Timur

ACEH TIMUR | FREELINE NEWS – Mai Munzir, musisi asal Bagok, Aceh Timur, setelah sukses dengan debutnya single hit ‘Hutan Nanggroe’, yang mengangkat kritikan lumpur basah pembalakan liar dibelantara Aceh. Kini lewat karya seni tarik suaranya kembali melantunkan single hit kritikan sosial lewat tembang berjudul ‘Perempuan Perkasa’.

Lirik ‘Perempuan Perkasa’ ” tajam mengkriti perihal perempuan yang tertindas, namun tetap tegar menjalani rutinitasnya. Berikut kutipan lirik lagu ‘Perempuan Perkasa’:

“Kulihat perempuan Perkasa 

Mencangkul dipematang Sawah

Wajah memerah dibakar mentari

Mandi keringat dan Lumpur resah

Disisi lainnya sang ayah,  duduk berleha di rangkang,

Menikmati sejuknya angin pedesaan,

hati kecil berbisik……

Apakah ini hal Yang wajar…..

Lagu berirama balada itu menyampaikan pesan perlawanan budaya pratiarki yang sangat merugikan kaum perempuan. Ia mengisyaratkan bahwa perempuan itu adalah insan lemah yang tidak patut bekerja pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Semantara sang suami hanya duduk manis.

Lagu ‘Perempuan Perkasa’ ini lebih dahsyat ketimbang single sebelumnya, karena lagu ini langsung di aransemen ulang oleh komposer handal Moritza Thaher atau yang lebih akrab disapa Bang Momo.

BACA : Bupati Rocky : “Jangan Marah Kepada Insan Pers”

Mai Munzir sosok lelaki berkulit hitam itu, hari-hari menyandang profesi sebagai jurnalis, video maker dan fotografer ini sudah memulai karirnya di dunia tarik suara dan pencipta lagu bernuansa balada sejak tahun 1999 ketika dirinya bergabung dengan teman-teman di sanggar Curahan Expressi.

Simak Cuplikan Lagu ‘Perempuan Perkasa’ dibawah ini :