FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Masyarakat Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, membutuhkan alat berat untuk membersihkan tanah dan lumpur serta pasir yang telah menimbun rumah mereka saat banjir bandang terjadi beberapa waktu lalu.
Harapan tersebut disampaikan Camat Samalanga Muhammad Rizal yang didampingi Imum Mukim Mesjid Raya, Jamaluddin, kepada freelinenews.com saat ditemui, Senin (29/12/2025) pagi saat melihat dampak banjir di wilayah barat Kabupaten Bireuen itu.
Camat menjelaskan, dari 46 gampong dalam di Kecamatan Samalanga, ada 31 gampong terdampak banjir terjadi selama tiga hari mulai Selasa sampai Kamis (25 s.d 27/12/2025) dengan ketinggian air sedada orang dewasa.
Pasca banjir lumpur dijalan di pusat kota kecamatan dan jalan gampong, telah dibersihkan pakai alat berat dikerahkan Bupati Bireuen, H Mukhlis. Begitupun untuk pemulihan saat ini sangat butuh alat berat membersihkan lorong dan halaman rumah warga masih tertimbun tanah atau pasir, agar dapat ditempati pemiliknya.
“Rumah warga tertimbun tanah ada yang belum dibersihkan karena tanah sangat tebal, juga ada sebagian sudah dibersihkan bagian dalam oleh pemilik rumah, tetapi karena tanah dihalaman masih tinggi, saat hujan warga kami was-was air masuk lagi ke rumah,” ungkapnya.
Sesuai data dari para keuchik pasca kejadian, ada empat rumah hilang dibawa banjir yaitu tiga di Gampong Meurah milik Muhammad Nur, M Hazil, Fitriah, satu di Gampong Cot Meurak Blang, milik Muhammad Amin. Rumah rusak berat 210 unit, rusak sedang 2.126, dan rusak ringan 1.354 unit tertimbun lumpur atau tanah.
Banjir juga membanjiri dan merusak fasilitas umum antara lain bendung irigasi Lhok Pudeng, di Gampong Meurah, oleh pihak berwenang telah dibuka saluran darurat untuk mengairi sawah dan juga memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Di Bate Iliek tempat usaha warga di objek wisata itu juga rusak, Masjid Al Mabrur, dan Meunasah serta bilik di Dayah Nurul Hidayah di Gampong Cot Meurak Blang telah ambruk, jelasnya.
“Guna mencegah banjir, kami harap pemerintah agar menormalisasi aliran Krueng Bate Iliek mulai irigasi Lhok Pudeng sampai ke Kuala Pante Rheng sekitar 10 km, juga dibangun tanggul pengaman tebing karena tebing sungai rusak dan telah meluas tergerus erosi akibat banjir,” harap Camat dan Mukim Mesjid Raya.
Mustawa yang akrab disapa Keuchik Caplen, 41, pelaksana pembersihan jalan berlumpur pasca banjir terjadi di Samalanga kepada freelinenews.com mengatakan, hari kelima, Bupati Bireuen selama 10 hari, mengerahkan alat berat membersihan lumpur di jalan pusat kota/pasar Samalanga.
Juga jalan utama dari Gampong Baro, Kandang, Gampong Putoh, Miduen Jok dan Miduen Gudeong tembus ke jalan nasional Bate Iliek, juga didepan rumah warga ditepi jalan yang bisa dijangkau alat berat, telah dibersihkan rata-rata tertimbun tanah 1 meter.
Dalam waktu dekat untuk tahap ke dua akan diturunkan alat berat ukuran kecil untuk pembersihan dayah, di depan rumah warga dan saluran tersumbat, juga membersihkan tanah dibuang lagi dipinggir jalan setelah pembersihan lumpur di sekolah dan rumah warga, jelasnya.
Keuchik Mideun Jok, Faisal juga mengatakan banyak fasilitas umum dan rumah warga terendam banjir dan terendam lumpur rata-rata 80 cm s.d 1 meter. Kami dengan pihak kecamatan sudah meminta bantuan alat berat untuk pembersihan saluran, jalan atau lorong gampong.
Dalam hal ini beberapa gampong telah berinisiatif memakai dana desa. Kami berharap kepada Pemkab Bireuen dan Provinsi Aceh bagaimana cara dapat membersihkan lumpur atau tanah dirumah warga yang masih tinggi karena saat hujan air masuk lagi ke dalam rumah.
Juga berharap untuk dikerahkan mobil tangki air menyiram debu dijalanan minimal satu atau dua kali penyiraman yaitu di jalan Mesjid Raya, Kemukiman Lima, Kemukiman Pulo Baroh, dan Kemukiman Tanjong Baroh yang terdampak banjir karena debu sangat membahayakan kesehatan, harapnya.[]











