FREELINENEWS.COM | ACEH TIMUR – Berdasarkan hasil entri data Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) di Kabupaten Aceh Timur Agustus 2022 angka stunting masih pada 11.37 persen.
Hal itu dikatakan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Abdullah, SKM saat ditemui freelinenews.com Rabu (19/10/2022) pagi diruang kerjanya.
Abdullah menyebutkan adapun kecamatan yang masih tinggi angka stunting, yakni Kecamatan Rantau Selamat, Kecamatan Lokop, Kecamatan Peunaron, Kecamatan Julok dan Kecamatan Peudawa.
“Sumber data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), pada 2019 mencapai 30,00% menurun menjadi 22.60% pada tahun 2021 dan menurun di Agustus 2022 sampai dengan 11,37%, dengan jumlah mencapai 3000 jiwa lebih stunting,” sebut Abdullah.
Lanjut Abdullah, upaya untuk menekan angka stunting di Kabupaten Aceh Timur, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan lintas sektor dalam mewujudkan aksi melalui interpensi specipik.
“Berupaya meningkatkan kesehatan remaja putri meliputi kesehatan gizi, screning anemia remaja putri, pemberian obat tambah darah kepada remaja putri. Hal ini untuk mempersiapkan remaja putri menjadi seorang ibu yang sehat dan bakal mempunyai anak yang sehat,” papar Abdullah.
Selajutnya, pihakya juga akan terus melakukan interpensi kepada ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan perkembangan janin.
“Ibu hamil diwajibkan melakukan pemeriksaan minimal 6 kali semasa hami di Posyandu dan Pukesmas terdekat dengan pemberian tablet tambah darah, serta mengajak ibu hamil untuk senantiasa mengkomsumsi makanan bergizi,” harapnya.
Selanjutnya, pihak Dinas Kesehatan Aceh Timur, juga melakukan pelayanan kesehatan pemantauan kepada balita dan bayi secara rutin di Posyandu, dan 100 persen melakukan penanganan kesehatan bagi paisen balita gizi buruk dalam wilayah ini.
Agar tercapainya penurunan angka stunting dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, Abdullah berharap kepada masyarakat agar mengakses dan memamfaat pelayanan kesehatan mulai dari posyandu sampai ke pelayanan kesehatan lainnya dengan maksimal.
“Kita juga mengharapkan komitmen semua pihak termasuk aparat desa dalam penganggaran dana desa untuk stunting harus tepat sasaran, dan harus mendapat pengawasan dari semua pihak,” demikian Kabdi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Timur, Abdullah, SKM. []










