FREELINENEWS.COM | ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si melantik 106 geuchik hasil pemilihan dalam gelombang III yang berlangsung di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur, Senin, Februari 2026.
Pelantikan kali ini memiliki catatan tersendiri. Dari 106 geuchik yang dilantik, terdapat satu geuchik perempuan terpilih. Ia menjadi geuchik perempuan pertama pada era kepemimpinan Bupati Al-Farlaky di Kabupaten Aceh Timur.
Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa sumpah jabatan yang baru saja diucapkan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara pribadi, keluarga, maupun kepada masyarakat.
Menurutnya, kepala desa/ geuchik memiliki tanggung jawab strategis. Kepemimpinan di level gampong justru memikul beban paling besar karena kepala desa adalah pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakatnya.
“Apakah kita menjadi kepala desa hanya menjalankan rutinitas dan menjadi simbol selama enam tahun masa jabatan? Atau benar-benar hadir mengayomi, mengelola, dan menjaga masyarakat?” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tidak semua pihak di tingkat kabupaten maupun kecamatan memahami secara detail kondisi desa.
Karena itu, geuchik diminta benar-benar menguasai data wilayah masing-masing, mulai dari jumlah penduduk, jumlah dusun, kepala keluarga miskin dan fakir, hingga kondisi sosial lainnya seperti anak yatim, aparatur sipil negara, serta warga terdampak bencana.
Bupati juga menyinggung pentingnya akurasi pendataan agar tidak muncul tudingan yang menyudutkan geuchik dalam hal pengajuan bantuan, surat keterangan miskin, rumah layak huni, maupun penanganan korban bencana.
Selain itu, geuchik diminta berperan aktif menyelesaikan persoalan di tingkat desa melalui mekanisme adat dan musyawarah mufakat. Ia mengingatkan agar persoalan kecil tidak serta-merta dilimpahkan ke kecamatan atau kabupaten tanpa upaya penyelesaian di tingkat gampong.
“Libatkan tuha peut dan unsur lainnya. Jika semua persoalan langsung naik ke atas, maka pemerintahan tidak berjalan efektif dan maksimal. Kita ingin pemerintahan dari desa, kecamatan hingga kabupaten berjalan sesuai fungsi dan perannya masing-masing,” tukasnya.
Bupati juga mendorong para geuchik untuk terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Ia meminta setiap kemajuan dan pembangunan positif di gampong diekspos secara baik sebagai bagian dari transparansi dalam bekerja.
Bupati menyebutkan dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan menggelar rapat koordinasi terpadu yang dipusatkan di Gedung Idi Sport Center.
Rapat tersebut bersifat wajib dan tidak boleh diwakilkan. Sejumlah isu strategis akan menjadi fokus, di antaranya penanganan bencana daerah, penguatan pelatihan terpusat, serta penegasan pelaksanaan surat edaran Bupati terkait gotong royong.
Bupati juga menegaskan kembali pentingnya pembentukan pageu gampong sebagai bentuk pengawasan terhadap anak-anak usia sekolah agar tidak berkeliaran pada waktu malam hari.
“Tiga gelombang, sebanyak 212 geuchik sudah kita lantik. Kita ingin semua sejalan dalam membangun Kabupaten Aceh Timur tercinta,” kata Al-Farlaky.
Penyerahan HT untuk Perkuat Komunikasi
Dalam kesempatan yang sama, Bupati turut menyerahkan bantuan handy talky (HT) kepada seluruh geuchik sebagai alat komunikasi internal pemerintahan desa.
HT tersebut difungsikan sebagai sarana koordinasi langsung dengan Bupati, termasuk untuk kondisi darurat seperti banjir, kebakaran, maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Menurut Bupati, perangkat pendukung komunikasi HT telah dipasang sehingga seluruh wilayah Aceh Timur kini dapat terhubung melalui jaringan tersebut.
“Ini akan memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu sinyal bermasalah. Saya berharap kepala desa menjaga dan merawatnya dengan baik agar komunikasi kita tidak terputus,” pungkas Bupati Al- Farlaky.(***)








