FREELINENEWS.COM | BIREUEN – Ragam kerusakan infrastruktur yang diakibatkan banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat menjadi prioritas usulan dalam Musrenbang Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Selasa (24/2/2026) pagi.
Hal itu disampaikan Camat Juli Hendri Maulana ditanyai freelinenews.com usai gelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan yang dibuka Plt Asisten III Setdakab Bireuen, Azhari di Gedung Serbaguna Kantor Camat Juli.
Camat Juli merincikan usulan prioritas dalam kegiatan dihadiri empat anggota DPRK Bireuen Dapil Juli dan Jeumpa yaitu Rosnawati, Nova, Adnen Nurdin, Sofyannur, kepala SKPK, dan pejabat terkait dan elemen masyarakat yaitu.
Usulan mulai dari Pra Musrenbang dan Musrenbang ada beberapa item kegiatan pascabencana bahkan usulan itu sebelum bencana seperti jalan Suka Tani, Pante Peusangan, Salah Sirong Jaya.
Kemudian setelah bencana yaitu perbaikan jembatan rangka baja telah rusak diterjang banjir bandang di Gampong Pante Peusangan dibawah jurang jalan Bireuen-Takengon Km 35 Juli, jalan Teupin Mane, Simpang Jaya, Alue Limeng.
Juga setelah bencana pembangunan jembatan gantung Simpang Jaya ke Simpang Mulia, jembatan gantung Dusun Bivak ke Sarah Sirong Jaya, juga jembatan gantung Kubang Itam Gampong Bale Panah Kecamatan Juliz juga jembatan gantung Gampong Pante Baro.
Juga usulan normalisasi dan perbaikan jaringan waduk Peuraden menjadi sumber pengairan sawah ke beberapa gampong sekitarnya. Penanganan tebing sungai di Gampong Rantau Panyang dan Krueng Simpo karena sudah banyak rumah terancam rusak dan ada sudah rusak dapur rumah warga akibat erosi.
Juga penanganan tebing sungai rusak ekses banjir bandang di Gampong Teupin Mane, Simpang Jaya, Bale Panah, Simpang Mulia. Juga butuh pita kejut di Simpang Gampong Cot Meurak dan Simpang Bireuen Meunasah Tgk Digadong disekitar MIN 50 Juli Gampong Cot Meurah dan SPBU Juli.
Selain itu juga ada beberapa usulan lain terkait pasca bencana juga butuh perhatian dari Pemkab Bireuen karena Kecamatan Juli daerah terdampak sangat parah banjir bandang dan tanah longsor.
Juga banyak mengakibatkan rumah masyarakat hancur dan hilang dibawa arus banjir, dan rusak berat, begitu juga banyak lahan pertanian rusak hingga mengakibatkan pengangguran dan angka kemiskinan meningkat dan ekonomi masyarakat di wilayah Juli melemah.
Dikarenakan banyak habis panen tidak bisa dipasarkan akibat jalan dan jembatan putus. “Kami juga berterima kasih dan memberi apresiasi kepada Pemkab Bireuen telah merealisasikan program usulan tahun 2025 dan 2026 yang akan direalisasikan, juga kepada anggota DPRK Juli dan Jeumpa telah merealisasikan programnya,” ungkap Camat Juli Hendri Maulana.
Plt Asisten III Setdakab Bireuen, Azhari usai Musrenbang yang ditanyai freelinenews.com mengatakan kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mengusulkan ragam usulan pembangunan mulai dari bawah ke atas atau kecamatan ke kabupaten.
Apalagi usulan terkait penanganan pascabencana yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara berkelanjutan untuk memulihkan kerusakan sarana dan prasarana rusak dampak bencana, ujarnya.[]








