FREELINENEWS.COM | ACEH TIMUR – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Peusada Aceh Timur, gerak cepat dalam mengatasi gangguan suplay air bersih untuk pelanggan pasca bencana demografi.
“Meskipun banyak kendala yang kita alami di lapangan pasca bencana demografi 26 November 2025 lalu, pihak kita terus bekerja siang malam untuk mengatasi gangguan distribusi air,” kata Direktur Perumdam Tirta Peusada, Iskandar, SH kepada freelinenews.com, Kamis (21/05/2026) petang.
Kata Iskandar, pasca bencana, selain gangguan kebocoran pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan jaringan skunder di seluruh daerah ini, ganguan ketersedian air baku juga kerap terjadi.
“Seperti di SPAM Lhoknibong, pasca bencana banjir, kekeruhan air baku mencapai 2000 Nephelometric Turbidity Unit (NTU),sehingga sulit dilakukan pengelohan. Kondisi ini menjadi kendala dalam melakukan pengelohan air, ” sebut Iskandar.
Kendatipun demikian, pihaknya terus rutin memantau kondisi air baku dari sungai Arakundo, ketika kadar kekeruhan menurun, petugasnya langsung menyedot air baku ke bak penampungan. “Dalam hal ini pekerja kita di SPAM Lhoknibong ektra, siang dan malam melakukan pemantauan tingkat kekeruhan air,” paparnya.
Tambahnya, gangguan JDU kerap terjadi dari SPAM Lhoknibong menuju kawasan Timur yaitu, Simpang Ulim, Julok, Bagok, Darul Aman dan Idi, karena Pipa Jaringan Ditribusi Utama daerah tersebut sudah usang, dibangun sejak 1992.
“Ditambah lagi gangguan terjadi akibat pipa sekunder ke rumah pelanggan juga kerap terjadi kebocoran. Namun pekerja kita diseluruh wilayah terus melakukan perbaikan,” papar Direktur Perumdam Tirta Peusada.
Lanjut Iskandar, untuk Ibu Kota Aceh Timur dan sekitarnya, Perumdam Tirta Peusada, tidak mengandalkan suplay air dari SPAM Lhok Nibong saja yang kini kondisinya over capacity. Namun sejak dua tahun terakhir untuk wilayah Ibu kota air didistribusi dari SPAM Buket Takteh Ranto Peureulak yang masih Idle capacity.
Sehingga kebutuhan air bersih untuk pelanggan Idi dan sekitarnya mulai tercukupi. “Meskipun ada kendala selama ini, itu diakibatkan kebocoran pipa yang telah usang dan kerusakan pipa akibat bencana tahun lalu, seperti di dekat Conical Cafee,” jelas Iskandar.
Dalam sepekan terakhir, kerusakan pipa JDU ukuran 6” di samping Conical Cafee telah diperbaiki, sehingga suplay air ke di kota Idi sudah mulai normal Kembali.
“Kita akan terus berupaya untuk melayani pelanggan dengan maksimal. Tim kita di lapangan seluruh daerah terus bekerja keras untuk mengatasi gangguan. Kita juga memohon maaf kepada pelanggan atas ketidak nyamanan terhadap tersendatnya suplay air,” demikian Direktur Perumdam Tirta Peusada Aceh Timur. []









