FREELINENEWS.COM | ACEH TIMUR – Kobaran api dan asap pekat yang membubung akibat kebakaran sumur minyak illegal di Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ikhsan, Kabupaten Aceh Tmur, akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Proses pemadaman yang berlangsung dramatis ini melibatkan 20 petugas Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, dan tim gabungan dari TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat.
Kepala BPBD Aceh Timur melalui Kasi Siap Siaga BPBD Faisal Putra, SH, mengatakan upaya pemadaman kobaran api di sumur minyak illegal membutuhkan waktu lebih kurang 15 jam, dengan mengerahkan 4 unit Damkar.
Tiga armada Damkar dari Pos Idi Rayeuk, 1 unit armada Damkar dari Pos Rantau Peureulak, 1 unit armada tangki Pos Damkar Peureulak, 1 unit armada tangki dari Pos Damkar Julok, dan 1 unit armada tangki Pos Damkar Birem Bayeun.
“Meski situasi sudah kondusif, hingga sore tadi, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Pemadam Kebakaran masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan,” papar Faisal.
“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan pagi ini. Saat ini sudah tidak ada lagi kobaran api di lokasi. Kondisinya aman,” demikian Faisal.
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi sejak Minggu (5/7) siang ini sempat membesar dan menghanguskan satu unit truk Mitsubishi Colt berisi puluhan drum minyak, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sementara itu, informasi yang kita peroleh dilapangan, Tim Medco E & P Malaka telah menurunkan tim teknis Health, Safety, and Environment (HSE) serta Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian selama hampir satu jam untuk mencari penyebab kebakaran.
Hal itu dibenarkan oleh pihak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Mereka menjelaskan, bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab utama insiden di sumur minyak ilegal tersebut.
“Tim ini akan memastikan penyebab sumur minyak meledak dan melaporkan hasilnya ke BPMA di Banda Aceh sebagai dasar tindak lanjut,” kata Nasri.[]










