• Tentang Kami
Sunday, September 27, 2026
  • Login
Freelinenews
  • HOME
  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OPINI
No Result
View All Result
Freelinenews
No Result
View All Result
  • HOME
  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OPINI

Saksi Ahli BKSDA Ungkap Sejumlah Fakta Penting di Sidang Kematian 3 Harimau Sumatera

Redaksi by Redaksi
4 years ago
in Berita Utama
Saksi Ahli BKSDA Ungkap Sejumlah Fakta Penting di Sidang Kematian 3 Harimau Sumatera

JPU memperlihatkan jerat atau perangkap babi yang membunuh 3 Harimau Sumatera kepada saksi di PN Idi, Aceh Timur, Aceh, Senin (05/09/2022). [Dok. FJL Aceh]

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Aceh Timur- Kasus kematian 3 ekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Senin (5/09/2022).

Majelis hakim sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini diketuai oleh Apriyanti, SH serta Zaki Anwar, SH dan Wahyu Diherpan, SH masing-masing sebagai hakim anggota.

Baca Juga

Baitul Mal Aceh Timur Bangun Rumah Ibu Aniati Bandrong

Baitul Mal Aceh Timur Bangun Rumah Ibu Aniati Bandrong

September 26, 2026
PTPN IV Regional I KSO Distrik Aceh Timur Salurkan TJSL Rp81 Juta

PTPN IV Regional I KSO Distrik Aceh Timur Salurkan TJSL Rp81 Juta

September 21, 2026

Sedangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur yakni, Muhammad Iqbal Zaqwan, SH, MH, dan Harry Arfan, SH, MH.

Saksi yang dihadirkan di persidangan kali ini adalah Kepala Desa atau Keuchik serta Kepala Dusun di Desa Peunaron Baru, Kec. Peunaron, Kab. Aceh Timur.

Kedua saksi mengaku mengetahui aktivitas para pemburu babi yang datang dari Sumatera Utara itu karena mereka sempat mengabari saat datang ke Desa Peunaron Baru.

Akan tetapi, kata saksi, para pemburu itu tidak berpamitan. Tak lama setelah itu, baru terdengar kabar terkait kematian 3 ekor Harimau Sumatera yang lokasinya bukan lagi di desa mereka, tetapi di Desa Sri Mulya.

“Tujuannya baik, memberantas hama (babi hutan_red) yang selama ini sering merusak kebun para petani. Ya silahkan saja, asal tidak macam-macam dan tidak merusak lingkungan,” kata Keuchik Marsudi.

Dia menambahkan bahwa selama ini sepengetahuannya tidak ada kelompok atau pemburu lain yang lalu lalang di kawasan itu karena akses ke Desa Sri Mulya ataupun sebaliknya menggunakan rute yang sama dengan Desa Peunaron Baru.

Saksi Ahli BKSDA Aceh

Selain itu, saksi ahli dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh juga ikut dihadirkan yakni Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) drh. Taing Lubis, MM.

Dia membeberkan fakta bahwa Harimau Sumatera adalah satwa liar dilindungi dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (Critically endangered).

Lokasi kematian 3 Harimau Sumatera ini, kata Taing, merupakan hutan heterogen (kawasan hutan yang ditumbuhi oleh berbagai macam pohon) serta ada aliran sungai yang diyakini sebagai sumber air bagi satwa-satwa yang hidup di sana.

Di sisi lain, para pemburu juga disebutkan menyalahi aturan karena mereka datang dari luar Aceh, mengambil sumber daya alam yang ada di Aceh lalu memperdagangkannya.

Ditambah lagi dengan penggunaan jerat atau perangkap yang jelas sudah dilarang pemakaiannya karena membahayakan baik itu satwa-satwa yang ada di hutan serta membahayakan bagi manusia juga.

“Sumber daya alam Aceh itu milik Aceh, tidak boleh sembarangan orang luar masuk berburu ke sini apalagi pemerintah sudah mengatur tata cara perburuan, seperti mengurus perizinan dan memakai peralatan yang diperbolehkan,” jelasnya.

“Penggunaan jerat atau perangkap jelas tidak diperbolehkan, undang-undang sudah mengatur itu,” tambahnya lagi.

Diketahui, pemerintah mengatur tentang perburuan lewat PP No. 13 Tahun 1994 Tentang Perburuan Satwa Buru serta Keputusan Menteri Kehutanan No. 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar.

Sementara itu, saksi lainnya yakni drh. Rosa Rika Wahyuni, M.Si, selaku tim medis yang melakukan nekropsi (bedah bangkai) terhadap ketiga bangkai Harimau Sumatera menyebut bahwa ketiga satwa dilindungi itu mati karena terjerat di bagian leher dan kaki.

“Kami juga menemukan ada potongan daging babi di dalam perut Harimau,” kata drh. Rosa.

Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi, majalis hakim kemudian menutup persidangan dan sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (07/09/2022) mendatang.

Diberitakan sebelumnya, 3 Harimau Sumatera ditemukan mati terjerat di kawasan HGU PT Aloer Timur, Desa Sri Mulya, Kec. Peunaron, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh pada Minggu (24/4).

Polisi memeriksa delapan orang pemburu babi asal Sumatera Utara yang ada di kawasan itu dan ditemukan 2 buah gulungan aring atau sling yang sama persis yang menjerat 3 Harimau Sumatera dan ditemukan juga beberapa helai bulu burung Kuau Raja yang juga satwa dilindungi.

Polisi kemudian menetapkan 2 tersangka dalam kasus ini. Rekan kerja pelaku yang hadir di persidangan sebelumnya mengakui, kelompok yang berjumlah 8 orang itu berbagi peran dalam hal wilayah atau area yang akan dijelajahi.

Diduga kuat, area yang kemudian menjadi lokasi 3 ekor Harimau terjerat adalah area milik kedua terdakwa memasang jerat atau perangkap. (ZA_FJL Aceh)

ShareTweetSend
ADVERTISEMENT

Baca Juga

Baitul Mal Aceh Timur Bangun Rumah Ibu Aniati Bandrong

Baitul Mal Aceh Timur Bangun Rumah Ibu Aniati Bandrong

September 26, 2026
PTPN IV Regional I KSO Distrik Aceh Timur Salurkan TJSL Rp81 Juta

PTPN IV Regional I KSO Distrik Aceh Timur Salurkan TJSL Rp81 Juta

September 21, 2026
Anggota DPR RI H Ilham Pangestu  Fasilitasi Kepulangan 13 Nelayan Aceh Timur Dari Thai

Anggota DPR RI H Ilham Pangestu  Fasilitasi Kepulangan 13 Nelayan Aceh Timur Dari Thai

September 18, 2026
Fase Rehab-Rekon Pompa di IKK Teumpeun Menjadi Kendala Suplay Air di Ranto Peureulak -Idi Rayeuk

Fase Rehab-Rekon Pompa di IKK Teumpeun Menjadi Kendala Suplay Air di Ranto Peureulak -Idi Rayeuk

September 11, 2026
Atasi Krisis Air di Kawasan Madat, Perumda Tirta Peusada Terapkan Sistem Distribusi Bergilir

Atasi Krisis Air di Kawasan Madat, Perumda Tirta Peusada Terapkan Sistem Distribusi Bergilir

September 11, 2026
Bupati Al-Farlaky Melarang Keras Ada Calo Pada Penyaluran Baitul Mal

Bupati Al-Farlaky Melarang Keras Ada Calo Pada Penyaluran Baitul Mal

September 10, 2026
Trevel Idi, PT. Aceh Wisata Agung Berangkatkan 90 Jamaah Umrah

Trevel Idi, PT. Aceh Wisata Agung Berangkatkan 90 Jamaah Umrah

September 1, 2026
Bupati Al Farlaky Desak Bulog Serap Gabah Dan Jagung Petani

Bupati Al Farlaky Desak Bulog Serap Gabah Dan Jagung Petani

August 28, 2026
Please login to join discussion

Search

No Result
View All Result

Recent News

Baitul Mal Aceh Timur Bangun Rumah Ibu Aniati Bandrong

Baitul Mal Aceh Timur Bangun Rumah Ibu Aniati Bandrong

September 26, 2026
PTPN IV Regional I KSO Distrik Aceh Timur Salurkan TJSL Rp81 Juta

PTPN IV Regional I KSO Distrik Aceh Timur Salurkan TJSL Rp81 Juta

September 21, 2026
Anggota DPR RI H Ilham Pangestu  Fasilitasi Kepulangan 13 Nelayan Aceh Timur Dari Thai

Anggota DPR RI H Ilham Pangestu  Fasilitasi Kepulangan 13 Nelayan Aceh Timur Dari Thai

September 18, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Disclaimer
Email : redaksi.freelinenews@gmail.com

© 2025 freelinenews.com by PT. Darussalam Megah Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • OPINI

© 2025 freelinenews.com by PT. Darussalam Megah Media