BPNB Aceh Gelar Seminar Webinar Pelestarian Hiem Aceh

FREELINENEWS | BANDA ACEH – Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) menggelar seminar webinar dengan tema,”Hiem: Permainan Pola Pikir dalam Budaya Aceh”, hari ini, Jumat (28/08/2020) dari pukul 10.00 sampai dengan 12.00 siang.

Seminar webinar tersebut merupakan rangkaian dari acara kontes Hiem Virtual yang diselengarakan BBPNB Aceh dengan total hadih Rp35 Juta. Kontes Hiem Virtual tersebut akan dilaksankan, pada Sabtu (29/08/2020) untuk katagori umum. Sedangkan untuk katagori pelajar pada Minggu (30/08/2020) melalui aplikasi zoom dimulai pukul 10.00 pagi.

Iklan

Hadir sebagai pemateri pada acara seminar Hiem Aceh tadi pagi, Kepala BNPB Provinsi Aceh Irini Dewi Wanti, S.S.M.SP, Akademisi Unsyiah atau Pakar Budaya Aceh Dr. Mohd. Harun, M.Pd, dan Pengiat Budaya dan Artis Aceh Vokalis Apache 13 Nazar Shah Alam, S.Pd, serta hadir juga sebagai Host yaitu Azhari Aiyub Penulis Buku Perempuan Pala dan Kura-kura berjanggut.

Dr. Mohd. Harun, M.Pd, dalam meterinya menyampaikan, bahwa Hiem Aceh merupakan salah satu budaya tradisi olah pikir masyarakat Aceh yang patut dilestarikan, sehingga khazanah Aceh  seerti Hiem tidak pupus ditelan zaman.

Semantara itu, Kepala BPNB Aceh Irini Dewi Wanti, S.S.M.SP, mengajak semua kalangan di Aceh, untuk terus melestarikan unsur-unsur kebudayaan Aceh, seperti Hiem, Hadih Maja, Nazam Aceh dan lain-lainnya.

Katanya, pelaksanaan kontes Hiem Aceh Virtual yang dilaksanakan pihaknya itu, bertujuan untuk melestarikan salah satu buadaya Aceh Meuhiem. “Pihak kita akan terus menggali potensi-potensi yang dapat membangkitkan khazanah budaya Aceh dari berbagai daerah atau Kabupaten/ Kota di Provinsi Aceh ini,” paparnya.

Sementara itu, Vokalis Apache 13 Nazar Shah Alam, dalam materinya mengatakan bahwa dirinya akan terus mencoba meletarikan khazanah Aceh baik itu Hiem atau Hadih Maja Aceh dalam lirik lagunya.

Seminar Hiem Aceh tersebut berlangsung dari jam 10.00 WIB pagi, hingga pukul 12.00 WIB dihadiri puluhan peserta dari seluruh Aceh dan masyarakat Aceh di luar Provinsi Aceh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Terimakasih, Tidak Melakukan Copy Paste