Ini Konsep Warga Batee Shok Sabang Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Pealatihan Pembuatan Pakan Unggas di Desa Batee Shok, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang

SABANG | FN – Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Des) untuk menggali potensi desa dari berbagai sektor sebagai sumber mata pencarian baru merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Seperti dilakukan masyarakat Desa Batee Shok, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, untuk memanfaatkan potensi desa mereka, sejak Selasa (25/12) masyarakat desa tersebut telah melaksanakan pelatihan pembuatan pakan unggas, sebagai usaha baru untuk menunjang sektor peternakan masyarakat di desa tersebut.

Muat Lebih

“Dengan memanfaatkan APB Desa, dan tertuang dalam Musrenbangdes, dalam dua hari ini, sejak Selasa dan Rabu, 35 orang masyarakat desa kami mengikuti pelatihan pembuatan pakan ternak ayam kampung dan ayam pakan untuk ternak ayam petelur secara intensif. Kami mengundang sebagai pemeteri pelatihan ini tenaga ahli dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Saree,” kata Sekdes Batee Shok, Safril (52) kepada Freelinenes.com.

BACA :Pertanian Organik Selamatkan Serangga Penyerbuk

Menurut Safril, pelatihan ini sangat cocok untuk masyarakat desanya yang mayoritas petani, serta didukung tersedianya potensi produksi pertanian sebagai bahan baku pakan unggas. ”APB Des tahun ini kita gunakan untuk pelatihan, dan untuk tahun selanjutnya kita akan anggarkan APB Des untuk belanja mesin pengelohan pakan,” jelas Sekdes.

Sementara itu, pemateri yang ditugaskan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Saree, Mukhlis, S.Pt, M.Ec. Dev,  kepada Freelinenews mengatakan, pihaknya mengapresiasi konsep yang dilakukan masyarakat Desa Batee Shok dalam meningkatkan ekonomi rakyat dengan memanfaatkan potensi desa mereka.

“Kita juga menyampaikan kepada para petani dan peternak ayam kampung petelur di Batee Shok, untuk membuka membuka usaha peternakan ayam kampung petelur sendiri atau usaha ekonomi produktif yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG),  dimana BUMG akan mendapatkan keuntungan Rp 23,5 juta/ bulan atau Rp750 ribu/ hari, dengan asumsi modal sebesar Rp100 sampai dengan Rp150 juta,” sebut Mukhlis.

Lanjutnya, jika hal ini dapat dicapai mudah-mudahan akan menimbulkan efek ganda tumbuhnya usaha pembuatan pakan ternak unggas, yang memanfaatkan hasil pertanian jagung, kedelai yang ada di desa tersebut.

BACA : Vitamin D Dapat Mencegah dan Menyebuhkan Penyakit Hati

“Upaya ini juga sebagai langkah untuk memperkecil ketergantungan pakan unggas dari luar Aceh, serta untuk meningkatkan produksi daging dan telur ayam kampung untuk menutupi kebutuhan pasar lokal Kota Sabang dan Kota Banda Aceh,” papar Mukhlis.

Tambah Mukhlis, usaha yang dilakukan masyarakat Desa Batee Shok dapat dijadikan pilot projek untuk desa-desa lainnya di Aceh. “Kita dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Saree Aceh Besar, mendukung sepenuhnya upaya-upaya peningkatan perekonomian desa dengan memanfaatkan potensi pertanian yang tersedia,” demikian Mukhlis. (Isma)